Kota Batu

Penjelasan RS Baptis Kota Batu Terkait Tuduhan Tak Beri Pelayanan Prima ke Nenek 66 Tahun

Kepala Bagian Humas RS Baptis Kota Batu, Desi Arista menegaskan tidak semua cerita terkait Kalimah seperti yang disampaikan pihak keluarganya tepat.

Penjelasan RS Baptis Kota Batu Terkait Tuduhan Tak Beri Pelayanan Prima ke Nenek 66 Tahun
PERANGKAT DESA JUNREJO
Kalimah ditandu keluar dari rumahnya menuju ambulans yang akan mengantar ke RS Baptis, Kota Batu. 

SURYAMALANG.COM, KOTA BATU – Kepala Bagian Humas RS Baptis Kota Batu, Desi Arista menegaskan tidak semua cerita terkait Kalimah (66) seperti yang disampaikan pihak keluarganya tepat.

Desi menjelaskan Kalimah mendapat pelayanan pertama dari dokter penyakit dalam saat datang di RS pada Rabu pekan lalu.

Dari penyakit dalam, kemudian direkomendasikan ke dokter saraf.

Pelayanan dari dokter saraf baru bisa dilakukan sore hari karena jadwal praktiknya memang pada sore hari.

Desi menambahkan, sesuai ketentuan pasien yang menggunakan BPJS Kesehatan, dalam sehari maksimal mendapat pelayanan dua kali dokter spesialis.

Dalam konteks ini, Kalimah telah mendapatkan pelayanan dari dokter penyakit dalam dan saraf.

“Rabu itu otomatis sampai sore karena dokter penyakit dalam merekomendasikan ke dokter saraf. Dokter saraf ini praktiknya mulai sore,” ujar Desi kepada SURYAMALANG.COM, Minggu (2/2/2020).

Desi menerangkan saat itu dokter memberi perawatan kepada Kalimah.

Setelah memberikan perawatan, memang tidak ada rekomendasi untuk rawat inap.

Setelah memberikan pelayanan kepada Kalimah, pihak RS Baptis menginformasikan pelayanan berikutnya pada 29 Januari 2020.

Halaman
123
Penulis: Benni Indo
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved