Kabar Mojokerto

Sungai Panewon Meluber Merendam Rumah dan Jalan Poros Desa di Sooko Mojokerto

Sungai Panewon Meluber Merendam Rumah dan Jalan Poros Desa di Sooko Mojokerto

Sungai Panewon Meluber Merendam Rumah dan Jalan Poros Desa di Sooko Mojokerto
SURYAMALANG.COM/M Romadoni
Kondisi Jalan Desa Modongan dan Desa Tempuran, Kecamatan Sooko Kabupaten Mojokerto yang terendam air banjir akibat luapan Sungai Panewon, Minggu (2/2/2020). 

SURYAMALANG.COM, MOJOKERTO - Sebanyak delapan rumah warga di Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto terendam air banjir akibat luapan Sungai Panewon, Minggu (2/2/2020) pukul 10.42 WIB.

Air banjir menggenangi jalan poros desa dan merendam rumah warga. Ketinggian air banjir rata-rata sekitar kurang lebih 30 Cm hingga 40 Cm.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto bersama perangkat desa setempat berada di lokasi banjir.

Dampak luapan sungai ini mengakibatkan empat rumah warga di Dusun Tempuran tergenang air banjir dengan ketinggian air di dalam rumah kurang lebih 35 Cm sampai 40 Cm.

Kemudian halaman balai Desa Tempuran tergenang air sekitar 20 Cm. Fasilitas umum gereja tergenang air 30 Cm, sekolah SDN Tempuran terendam air banjir setinggi 20 Cm. Air banjir juga menggenangi jalan desa setinggi 25 Cm.

Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto, Muhammad Zaini menjelaskan air banjir masuk ke rumah warga milik Bapak Giman di RT 03/01 Desa Tempuran Kecamatan Sooko. Adapaun ketinggian air sekitar 30 Cm.

"Air banjir masuk ke dalam rumah ini karena bagunan rumah lebih rendah dari jalan des," ujarnya saat dikonfirmasi SURYAMALANG.COM, Minggu (2/2/2020).

Ia mengatakan dampak banjir juga merendam empat rumah warga di Dusun Bekucuk Desa Tempuran ketinggian air sekitar 30 Cm. Area persawahan terendam air banjir setinggi 40 Cm.

"Jalan raya Desa Modongan Sooko juga tergenang air ketinggian sekitar 10 sentimeter sampai 25 sentimeter masih bisa dilalui kendaraan," ungkapnya.

Ditambahkannya penyebab sungai Panewon meluap akibat wilayah seluruh kabupaten Mojokerto diguyur hujan dengan intensitas sedang sampai lebat yang berdurasi lama.

Debit air sungai meningkat sehingga meluber ke jalan dan pemukiman warga.

"Kondisi terakhir saat ini air genangan akibat luapan sungai penewon masih belum surut dan trend naik dan genangan air di Desa Modongan sudah semakin surut," jelasnya.

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved