Breaking News:

Kabar Surabaya

Siswi Surabaya Rela Kehilangan 'Mahkota' Karena Iming-iming Pernikahan, Berantakan 6 Bulan Kemudian

Siswi Surabaya Rela Menyerahkan Mahkotanya Karena Iming-iming Pernikahan, Berantakan 6 Bulan Kemudian

Editor: eko darmoko
Instagram
Ilustrasi siswi di Surabaya disetubuhi di rumah saat sepi. 

Siswi SMA Pasrah Ditiduri Kakak Kelas 6 Kali

Gadis ABG yang masih berstatus sebagai siswi SMA di Surabaya disetubuhi kakak kelasnya sebanyak enam kali dalam kurun waktu tiga hari.

Artinya, siswi SMA tersebut harus melayani nafsu kakak kelasnya sebanyak dua kali dalam sehari.

Terungkapnya kasus persetubuhan anak di bawah umur ini setelah orang tua siswi SMA memergoki anaknya keluar dari kos harian.

Bermula dari sinilah, sang kakak kelas siswa kelas XII SMA di kawasan Surabaya timur ini diringkus anggota Polrestabes Surabaya.

Sang kakak kelas ketangkap basah menyetubuhi adik kelasnya yang masih duduk di kelas XI SMA.

Kakak kelas itu berinisial ML (18) asal Sukolilo itu mulanya mengajak AN (16) ke sebuah kos harian di Barata Jaya Surabaya.

AN dirayu agar mau melakukan hubungan suami istri dengan janji akan dinikahi kelak.

Karena termakan bujuk rayu ML, AN pun mau dan sudah tiga kali disetubuhi di kos harian yang sama sejak 20 hingga 22 Januari 2020.

Apesnya, kedua pelajar itu kepergok keluarga AN saat hendak keluar dari kos harian tersebut.

"Keluarga korban akhirnya menegur keduanya dan menanyakan AN apa yang sudah diperbuat oleh ML kepadanya," kata Kanit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya, AKP Ruth Yeni, Kamis (30/1/2020).

Dari keterangan korban, mengaku jika ia disetubuhi oleh ML sebanyak enam kali selama tiga hari berturut-turut di kos harian yang sama.

Atas dasar itu, keluarga korban tak terima dan melaporkan kejadian tersebut ke Polrestabes Surabaya.

Meski berdalih suka sama suka, ML tetap ditetapkan sebagai tersangka karena telah melakukan perseutubuhan dengan anak di bawah umur.

"Berdasarkan pasal 81 UURI nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan perpu nomor 01 th 2016 tentang perubahan ke 2 atas UURI nomor 23 th 2002 tentang perlindungan anak menjadi undang-undang yang akan kami sangkaan terhadap pelaku," tandasnya.

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved