Kota Batu

Isu Pemekaran Desa di Kota Batu Masih Hangat, Wakil Wali Kota Singgung Soal Kas dan Dana Desa

Punjul mengakui, isu pemekaran wilayah di Desa Tulungrejo sudah lama mencuat.Namun sejauh ini belum terealisasi.

Penulis: Benni Indo | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Benni Indo
Dialog antara perwakilan Pemkot Batu, Desa Tulungrejo dengan warga terkait rencana pemekaran di Balai desa Tulungrejo, Senin (3/2/2020). 

SURYAMALANG.COM, BATU – Isu pemekaran desa Tulungrejo Kecamatan Bumiaji, Kota Batu masih terus menghangat.

Menyikapi hal itu, Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso mengingatkan agar pemekaran wilayah di Desa Tulungrejo demi kepentingan bersama.

Paling utama adalah agar pelayanan kepada masyarakat meningkat.

Pekerja Mulai Bongkar Jembatan di Kelurahan Sisir, Kota Batu

Perjuangan 43 Karyawan Hotel di Kota Batu Belum Digaji Selama 5 Bulan, SPSI Desak Bayar Pekan Depan

Rektor Universitas Brawijaya Tolak Ide Walikota Malang Sutiaji, Soal Jam Kuliah untuk Atasi Macet

Hal itu disampaikan Punjul setelah menilai pembahasan pemekeran wilayah di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.

“Jangan sampai ada kepentingan lain, apalagi kepentingan politik. Pemekaran wilayah agar pelayanan kepada masyarakat lebih baik,” tegas Punjul, Selasa (4/2/2020).

Punjul mengatakan, dengan memiliki pemerintah desa yang baru, kemungkinan pengelolaan dana desa bisa tepat sasaran.

Dana desa harus dimanfaat sebaik-baiknya untuk kepentingan masyarakat, terutama soal sarana dan prasarana.

“Saya tidak ingin saat pemekaran kas desa rebutan. Terus berikutnya makam, saat pemekaran menggunakan makam boleh tidak ? Harus ada kesepakatan. Jangan tiba-tiba pindah, tapi sarana dan prasarananya tidak ada,” terang Punjul.

Punjul mengakui, isu pemekaran wilayah di Desa Tulungrejo sudah lama mencuat.

Namun selama ini belum terealisasi. Punjul menegaskan, prosedur yang harus dilalui harus sesuai prosedur peraturan yang ada.

Pemerintah Desa Tulungrejo dan warga melakukan rembugan terkait upaya pemekaran wilayah pada Senin (3/2/2020).

Dikatakan Kepala Desa Tulungrejo, Suliyono, isu pemekaran tersebut sudah lama diwacanakan. Bahkan sejak 2004 silam. Namun hingga saat ini belum terealisasi.

Regulasi menjadi hal mendasar terkendalanya pemekaran tidak rampung.

Desa Tulungrejo memiliki lima dusun. Desa Tulungrejo memiliki sekitar 8000 jiwa warga.

Halaman
12
Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved