Kabar Surabaya

Jadi Kurir Narkoba, Janda Asal Sidoarjo Menangis Saat Divonis 14 Tahun Penjara & Denda Rp 1 Miliar

Nunuk Irawati menangis saat divonis 14 tahun penjara dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya

Jadi Kurir Narkoba, Janda Asal Sidoarjo Menangis Saat Divonis 14 Tahun Penjara & Denda Rp 1 Miliar
SURYAMALANG.COM/Syamsul Arifin
Nunuk Irawati menangis saat divonis 14 tahun penjara dalam sidang di PN Surabaya, Selasa (4/2/2020). 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Nunuk Irawati menangis saat divonis 14 tahun penjara dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa (4/2/2020).

Wanita berstatus janda ini juga dijatuhi denda sebesar Rp 1 miliar.

Bila tidak membayar dendanya, maka hukuman Nunuk ditambah satu bulan penjara.

Nunus mendapat vonis ini karena kasus kepemilikan sabu-sabu seberat 4,7 kilogram (Kg).

Beberapa kali Nunus mengusap air matanya selama pembacaan vons.

Selain itu, majelis hakim juga menjatuhkan vonis serupa kepada Adi Wiyono dalam kasus yang sama.

Vonis ini lebih ringan dari tuntutan jaksa yang menuntut 18 tahun penjara.

Hal yang meringankan para terdakwa adalah belum pernah dihukum dan menyesali perbuatannya.

“Kami beri tenggang waktu sepekan untuk terdakwa agar mengambil sikap apakah pikir-pikir, banding, atau menerima,” terang hakim Anne Rusiana dalam persidangan.

Terbongkarnya kasus ini bermula dari penangkapan Nunuk di pinggir Jalan Raya Siwalanpanji, Sidoarjo pada 14 September 2019 sekitar pukul 08.30 WIB.

Saat itu Nunus sedang membawa tas ransel kiriman dari Adi Wiyono.

Nunuk ini kurir sindikat narkoba pimpinan Bara.

Kepada polisi, Nunuk mengaku dijanjikan mendapat upah 15 juta bila berhasil menjadi perantara pengambilan sabu-sabu.(Syamsul Arifin)

Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved