Siswi SD Hamil 6 Bulan Kepergok Daftar ke Posyandu, Ternyata Hasil Perbuatan Gurunya Selama 3 Tahun

Siswi SD hamil 6 bulan kepergok daftar ke posyandu, ternyata hasil perbuatan gurunya selama 3 tahun.

Penulis: Sarah Elnyora | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/kolase Mejabulatku.blogspot.com/internet=
Ilustrasi siswi SD kolase guru 

Saat korban datang, terduga pelaku yang juga oknum guru itu sedang berada di dalam kamar.

"Saat itu mungkin karena ada  godaan, sehingga oknum guru itu berubah pikiran. Pelaku kemudian memegang bagian vital korban. Selanjutnya oknum guru membujuk korban untuk melakukan tindakan layak sensor itu," katanya.

Paulus mengungkapkan, oknum guru itu menggauli muridnya pada dua lokasi berbeda, yakni di rumah pelaku dan berikutnya di kebun.

Saat melakukan tindakan itu, korban selalu dibawah ancaman. Pelaku bahkan mengancam akan memukul korban, jika membuka aib tersebut kepada orang lain.

"Tindakan oknum guru itu dilakukannya berulang kali dan korban selalu di bawah tekanan. Karena takut, makanya korban diam saja,” ungkap Paulus.

Bahkan, lanjut dia, aksi binal pelaku itu, ternyata dilakukan sejak korban masih berusia 11 tahun. Dan, tindakan tak senonoh itu terakhir dilakuan pada 19 Desember 2019,” ujarnya.

Ilustrasi korban pemerkosaan
Ilustrasi korban pemerkosaan (Midday )

Saat ini, lanjut dia, usia kehamilan korban telah memasuki bulan keenam. Dan, itu diketahui pada 28 Januari 2020, baru-baru ini," jelasnya.

Saat ini oknum guru SD tersebut telah ditahan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum.

Kapolsek Paulus mengungkap pelapor kasus tersebut adalah Yusak Kamna (37) yang juga om kandung korban pada Rabu (29/1/2020) sekitar pukul 19.00 Wita. 

Paulus menambahkan, oknum pelaku juga sempat mempengaruhi pihak berwenang agar kasus tersebut diselesaikan secara kekeluargaan. Namun, tegas Paulus, pihaknya menolak ajakan pelaku.

Menurut dia, urusan damai itu urusan keluarga.

Tapi tindakan hukum atas kasus itu tetap dilaksanakan.

Apalagi kasus mendapat atensi dari pelbagai pihak.

“Kami akan tetap memroses kasus ini sampai tuntas,” tandasnya.

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved