Kabar Mojokerto

Warga Terdampak Banjir di Mojokerto Mulai Kesulitan Air Bersih, 3 Hari Banjir Belum Surut

Lebih dari tiga hari ini air banjir belum surut justru ketinggian air tersebut mencapai 30 sentimeter hingga 60 sentimeter, Rabu (5/2/2020).

Warga Terdampak Banjir di Mojokerto Mulai Kesulitan Air Bersih, 3 Hari Banjir Belum Surut
SURYAMALANG.COM/M Romadoni
Kondisi terkini air banjir belum surut di Dusun Bekucuk dan Dusun Tempuran, Desa Tempuran, Kecamatan Sooko Kabupaten Mojokerto, rABU (5/2/2020) 

SURYAMALANG.COM, MOJOKERTO- Warga terdampak musibah banjir di Dusun Bekucuk dan Dusun Tempuran, Desa Tempuran KecamatanSooko Kabupaten Mojokerto mulai kesulitan memperoleh air bersih.

Sumber mata air dari sumur warga keruh akibat banjir sehingga tidak layak untuk dikonsumsi.

Lebih dari tiga hari ini air banjir belum surut justru ketinggian air tersebut mencapai 30 sentimeter hingga 60 sentimeter, Rabu (5/2/2020).

Buntut Status Facebook Istri Sah Sebut Bidan Telah Rebut Suaminya Viral, Terancam Dipecat dari ASN

MS Akhirnya Benar-Benar Diamputasi, Korban Kekerasan atau Perundungan di SMPN Itu Menjalani Operasi

Kondisi 4 Kiper Arema FC Jelang Liga 1 2020 Bergulir, Ada yang Cedera

Lasio 65 warga Dusun Bekucuk mengatakan mulai kesulitan memperoleh air bersih karena sumber air di rumahnya keruh bercampur air banjir. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, dia terpaksa membeli air bersih isi ulang yang harganya cukup mahal tersebut.

"Kalau bantuan makanan berupa nasi bungkus sudah ada tapi untuk air bersih yang belum," ujarnya di lokasi banjir, Rabu (5/2/2020).

Ia menuturkan warga membeli air isi ulang untuk memenuhi kebutuhan konsumsi. Sedangkan, untuk keperluan mandi dan kaskus mereka menggunakan sumber air yang keruh tersebut.

"Air isi ulang dipakai untuk memenuhi kebutuhan masak dan minum saja," ungkapnya.,

Sumarmi (45) warga setempat juga mengeluh lantaran sumber mata air keruh karena terdampak banjir. Dia membeli air bersih isi ulang untuk dikonsumsi seperti keperluan masak dan minum.

"Harapannya pemerintah bisa memberikan bantuan air bersihn karena selama 3 hari ini hanya diberi bantuan makanan nasi bungkus belum dibantu pasokan air bersih," keluhnya.

Seperti yang diberitakan, puluhan rumah warga terendam banjir akibat luberan sungai Watudakon yang melewati Dusun Tempuran dan Dusun Bekucuk, Desa Tempura, Kecamatan Sooko Kabupaten Mojokerto.

Setidaknya, musibah banjir kali ini berdampak terhadap empat kepala keluarga Dusun Tempuran dan 30 kepala keluarga dari Dusun Bekucuk.

Ada 16 kepala keluarga di perumahan Griya Sooko Asri dari Dusun Bekucuk sebagian sudah mengungsi.

Banjir juga merendam puluhan hektar tanaman padi dan tebu, rinciannya 11 hektare lahan sawah di Dusun Tempuran dan 20 hektare lahan tebu. Di Dusun Bekucuk air banjir merendam 40 hektar lahan padi dan 5 hektar lahan tebu. (don/ Mohammad Romadoni).

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved