Breaking News:

Penampakan Anjing Pakai Masker Buntut Isu Virus Corona Menyebar Lewat Hewan, Ini Fakta Sebenarnya

Penampakan Anjing Pakai Masker Buntut Isu Virus Corona Menyebar Lewat Hewan, Ini Fakta Sebenarnya

Penulis: Frida Anjani | Editor: Adrianus Adhi
BoredPanda
Penampakan Anjing Pakai Masker Buntut Isu Virus Corona Menyebar Lewat Hewan, Ini Fakta Sebenarnya 

Dr. Niels C. Pedersen dari UC-Davis menjelaskan jika virus corona dapat terjadi jika bertukar gen, misanya pada kucing yang terbentuk dari virus corona babi dan anjing.

Pertukaran gen virus sendiri terjadi ketika virus tersebut menginfeksi hewan yang sama secara bersamaan.

Dilansir dari The Mercury News via Kompas.com, infeksi dari beberapa hewan mungkin dapat terjadi jika berbagi reseptor yang serupa berada di permukaan sel.

Namun, menurut Peter Daszak, presiden EcoHealth Alliance yang mendalami asal-usul virus menjelaskan jika virus hewat dapat berikatan dengan reseptor sel manusia. Oleh karena itu terkadang dapat membuat tubuh manusia sakit. 

Hal tersebut bisa jadi merupakan penyebab wabah saat ini. Tubuh manusia berbagi reseptor sel yang sama dengan kelelawar, sosok pembawa virus baru.

Rumor palsu tersebut diduga berasal dari pernyataan seorang dokter di China. Sayangnya, beberapa media memelintir kata-katanya.

Insiden mengejutkan itu juga dipicu setelah Dr Li Lanjuan di TV pemerintah China mengatakan, "Jika hewan peliharaan bersentuhan dengan pasien yang dicurigai, mereka harus dikarantina."

Namun, outlet media lokal kemudian dilaporkan mengubah kata-katanya menjadi "kucing dan anjing dapat menyebarkan virus corona“.

Rumor palsu menyebar dengan cepat setelah ada unggahan di platform media sosial Weibo. Weibo sendiri merupakan media sosial khusus untuk orang-orang China.

Sebagai upaya untuk mengakhiri rumor-rumor palsu, China Global Television Network memposting kutipan dari World Health Organization (WHO).

"Tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa hewan peliharaan seperti kucing dan anjing dapat tertular virus corona baru, Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan pada hari Rabu,” ujarnya.

"Kami berharap polisi dapat menemukan pengedar hoax secepat mungkin,” ungkap Keith Guo, Petugas pers PETA Asia untuk Tiongkok.

"Faktanya, itu adalah pabrik peternakan yang kotor, rumah jagal, dan pasar daging yang mengancam kesehatan setiap manusia di planet ini dengan menyediakan tempat berkembang biak bagi penyakit mematikan seperti coronavirus, SARS, flu burung, dan banyak lagi," tambahnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved