Kabar Tulungagung

Rental Kamar Kos Mesum Pasangan Bukan Suami Istri di Tulungagung Digerebek Polisi, Promosi via FB

Rental Kamar Kos Mesum untuk Pasangan Bukan Suami Istri di Tulungagung Digerebek Polisi, Promosi via FB

Kompas.com
Ilustrasi 

Kakak kelas itu berinisial ML (18) asal Sukolilo itu mulanya mengajak AN (16) ke sebuah kos harian di Barata Jaya Surabaya.

AN dirayu agar mau melakukan hubungan suami istri dengan janji akan dinikahi kelak.

Karena termakan bujuk rayu ML, AN pun mau dan sudah tiga kali disetubuhi di kos harian yang sama sejak 20 hingga 22 Januari 2020.

Apesnya, kedua pelajar itu kepergok keluarga AN saat hendak keluar dari kos harian tersebut.

"Keluarga korban akhirnya menegur keduanya dan menanyakan AN apa yang sudah diperbuat oleh ML kepadanya," kata Kanit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya, AKP Ruth Yeni, Kamis (30/1/2020).

Dari keterangan korban, mengaku jika ia disetubuhi oleh ML sebanyak enam kali selama tiga hari berturut-turut di kos harian yang sama.

Atas dasar itu, keluarga korban tak terima dan melaporkan kejadian tersebut ke Polrestabes Surabaya.

Meski berdalih suka sama suka, ML tetap ditetapkan sebagai tersangka karena telah melakukan perseutubuhan dengan anak di bawah umur.

"Berdasarkan pasal 81 UURI nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan perpu nomor 01 th 2016 tentang perubahan ke 2 atas UURI nomor 23 th 2002 tentang perlindungan anak menjadi undang-undang yang akan kami sangkaan terhadap pelaku," tandasnya.

Pemain Futsal Putri di Tangerang Disetubuhi Pelatih 6 Kali (ilustrasi)
Pemain Futsal Putri di Tangerang Disetubuhi Pelatih 6 Kali (ilustrasi) (Instagram)

Pemain Futsal Putri Dinodai Pelatih 6 Kali

Pemain futsal putri di Tangerang diduga disetubuhi sang pelatih yang berinisial R (33).

Sedangkan pemain futsal putri itu berusia 14 tahun, sebut saja namanya Jelita.

Kini, R sang pelaku sudah diciduk jajaran Polres Kota Tangerang karena melakukan tindak asusila kepada korban.

Jelita merupakan bagian dari tim futsal putri yang dilatih oleh R.

Kapolres Kota Tangerang, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi mengatakan pelaku sudah 6 kali menggauli korban selama rentang waktu November 2019 hingga Januari 2020.

Jelita yang masih anak di bawah umur tak kuasa melawan kehendak tersangka R lantaran di bawah ancaman.

"Tersangka mengancam korban akan menyebarluaskan atau memberitahu banyak orang bahwa korban sudah tidak perawan," ujar Ade dalam keterangan tertulis, Rabu (29/1/2020).

Jelita yang tidak tahan kemudian menceritakan semua kejadian asusila R kepada keluarga.

"Keluarga korban pun langsung melaporkan peristiwa itu ke polisi," ujar ade.

Setelah mendapat laporan, polisi langsung bergerak untuk meringkus pelaku R.

Pelaku berhasil ditangkap pada Kamis (23/1/2020) setelah sebelumnya tersangka mencoba melarikan diri ke Cianjur Jawa Barat.

"Namun saat kembali ke kediamannya di kawasan Cikupa, langsung kami tangkap," kata Ade.

Akibat perbuatannya, korban yang baru berusia 14 tahun kini mengalami trauma.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 81 Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman 15 tahun penjara serta pidana tambahan hukuman kebiri kimia.

Ade juga menyampaikan, akan terus melakukan pendampingan kepada korban sebagai bentuk trauma healing.

Penulis: David Yohanes
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved