Breaking News:

Video Pendaki Gerebek Pasangan Mesum di Tenda Bocor, Fiersa Besari Geram Soal Adegan Tarik Selimut

Video Pendaki Gerebek Pasangan Mesum di Tenda Bocor, Fiersa Besari Geram Soal Adegan Tarik Selimut

Kolase SURYAMALANG.COM/Instagram
Video Pendaki Gerebek Pasangan Mesum di Tenda Bocor, Fiersa Besari Geram Soal Adegan Tarik Selimut 

Hal ini berdasarkan bahasa dan logat yang terdengar di video tersebut.

Tak hanya itu, ada beberapa akun di YouTube menuliskan jika adegan mesum tersebut terjadi di kawasan Sibolangit, Deli Serdang. 

Hingga kini video tersebut sudah tersebar di media sosial facebook, instagram, dan twitter.

Bahkan video tersebut sudah diunggah beberapa akun youtube.

Ada beberapa akun twiter dan instagram yang sempat menunggah video itu, kini sudah menghapusnya.

Ada juga akun yang mengunggah video itu, namun sudah disensor gambar maupun suara (percakapannya).

Belum diketahui siapa yang merekam video tersebut.

Setelah viralnya video mesum di gunung tersebut, banyak pendaki gunung yang mengecam aksi tidak pantas tersebut.

Warganet beramai-ramai mengutuk aksi mesum tersebut, namun juga mengecam aksi penarikan selimut secara paksa, lalu merekam hingga menyebarluaskan video itu tanpa disensor

Musisi dan penulis Fiersa Besari ikut buka suara soal video pasangan remaja yang mesum di gunung.

Menurut Fiersa Besari, mesum di gunung memang perbuatan yang salah, namun merekam dan menyebarkan video juga lebih salah.

Ia pun menyoroti adegan tarik selimut yang mengakibatkan sebagian tubuh si wanita terlihat.

Sebagai seorang yang sering naik gunung, Fiersa Besari mengaku sedih dengan adanya video tersebut.

Menurutnya melakukan perbuatan mesum di gunung itu salah, tapi yang dilakukan orang-orang di luar tenda itu jauh lebih salah.

"Entah Kawan-kawan sudah atau akan melihatnya,

tapi sedang beredar video penggerebekan pasangan mesum di tenda.

Sedih sih.

Mesum di gunung itu salah.

Tapi, menurut saya, selimut ditarik paksa, pelakunya dipermalukan, direkam, lalu di-upload ke medsos, itu jauh lebih salah," tulis Fiersa Besari di Twitter, Sabtu (8/2/2020).

Warganet beramai-ramai mengutuk aksi mesum tersebut, namun juga mengecam aksi penarikan selimut secara paksa, lalu merekam hingga menyebarluaskan video itu tanpa disensor.

"Betul. Apalagi di tarik selimut seperti itu. Harusnya di kasih kesempatan buat berpakaian dlu. Okelah mereka salah, tp yg ngerekan nyebar dan narik selimutnya itu lebih salah sih menurutku," tulis akun @Rekkayeye.

"Iya bung, itu juga yang saya sesalkan. Mereka memang salah, tapi bukan berarti kita bisa seenaknya menindak dengan cara yang salah juga kan.
Sama seperti kolom komentarnya juga, banyak dari mereka berkomentar soal etika, tapi tidak tau cara beretika," tulis akun @hanyaaksara.

"Revenge porn. Mempermalukan manusia yang salah biar dunia tau itu cara paling buruk buat memberi pelajaran. Krisis empati dan tinggi ego," tulis akun @@wdytn_.

"Saya sudah lihat, videonya beredar di fb dan ig. Saya setuju tindakan ketika selimut ditarik, lalu rekaman diupload di medsos itu tindakan yang salah. Tentunya yang mesum di tenda juga jelas-jelas salah," tulis akun @babardhi.

Penulis: Frida Anjani
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved