Breaking News:

Demi Masa Depan Pelestarian Situs Sekaran, Pemkab Malang Siap Kucurkan Anggaran

SURYAMALANG.COM, PAKIS - Situs Sekaran di Kabupaten Malang belum jelas pengelolaannya hingga kini sejak ditemukan pada Maret 2019.

SURYAMALANG.COM/M Erwin
Bupati Malang, Muhammad Sanusi (kanan) saat mengunjungi Situs Sekaran, Minggu (9/2/2020). 

SURYAMALANG.COM, PAKIS - Situs Sekaran di Kabupaten Malang belum jelas pengelolaannya hingga kini sejak ditemukan pada Maret 2019.

Pemerintah Kabupaten Malang berulangkali menyatakan kesiapannya dalam mengelola situs. Terbaru, segala anggaran yang dibutuhkan, dijanjikan dipenuhi.

"Saat ini kami masih menunggu laporan biaya rekonstruksi situs dari BPCB (Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur, bagaimana lanjutannya," ujar Bupati Malang, Muhammad Sanusi saat mengunjungi Situs Sekaran di Kecamatan Pakis, Minggu (9/2/2020).

Terkait skema penganggaran, Sanusi menerangkan Pemkab Malang  bakal menganggarkan lewat APBD 2020.

"Kami ajukan ke dewan (DPRD Kabupaten Malang) jika sudah ada laporan dari BPCB," beber Sanusi.

Sementara itu, Arkeolog BPCB Jatim, Wicaksono Dwi Nugroho menerangkan, pihaknya masih hitung-menghitung dana yang dibutuhkan.

"Pemkab Malang bisa berdiskusi dengan pusat dan provinsi," kata Wicaksono.

Salah satu kendala yang dihadapi guna mengelola Situs Sekaran adalah proses hibah tanah. Karena, Situs Sekaran berdiri di atas tanah milik Direktorat Jenderal Bina Marga.

"Permasalahannya adalah lahan. Maka dari itu harus ada kejelasan. Kami menyampaikan ke Pemkab Malang agar segera bersurat ke bina marga agar segera dihibahkan. Proses hibah itu memang lama," kata General Manajer Teknik​ PT Jasa Marga Pandaan - Malang, M Jazuli.

Terkait status hibah, nantinya lahan akan dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten Malang. Proses​ pemberian hibah mencapai 3 sampai 5 tahun.​

"Proses hibah memang lama, 3 sampai 5 tahun. Tapi sebelum hibah, secara prinsip bisa dikelola lebih dulu oleh Pemkab Malang. Luasnya 17 meter kali 50 meter," ujar Jazuli.​

Di sisi lain,​ Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang, Made Arya Wedhantara mengakui masih ada kendala terkait pengelolaan situs yang berada di seksi 5 tol Pandaan-Malang itu.

Pasalnya, tanah di situs itu bukan milik Pemerintah Kabupaten Malang. Melainkan milik investor tol Pandaan-Malang.

"Kami sudah berusaha berkomunikasi dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur dan pihak jalan tol. Kami juga sudah menyurati Kementrian PUPR. Tujuannya, guna segera meminta tindak lanjut penyerahan tanah," ujar Made ketika dikonfirmasi.

Made menegaskan pihaknya siap melestarikan situs yang diduga peninggalan Kerajaan Singhasari itu. Mede mengaku segala kebutuhan pembangunan Situs Sekaran sebenarnya sudah siap.

Penulis: Mohammad Erwin
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved