Breaking News:

Kabar Madiun

Gadis 14 Tahun di Madiun Hamil Lalu Melahirkan Bayi Perempuan, Ayah Tiri Ditetapkan Jadi Tersangka

Polisi menetapkan HA (42) pelaku persetubuhan terhadap anak tirinya berinisial PI (14) yang masih di bawah umur, sebagai tersangka.

Penulis: Rahadian Bagus | Editor: eko darmoko
The Stork Magazine
Ilustrasi 

Sementara itu, korban sudah dibawa ke rumah neneknya oleh ibu kandung korban di Saradan.

Sementara bayi korban, yang sudah dibawa ke Jakarta, diminta oleh pihak kepolisian untuk dibawa ke Madiun, guna kepentingan penyelidikan.

"Bayinya sudah dibawa ke Jakarta, ini kami sudah minta untuk dibawa pulang ke Madiun," imbuhnya.

HA (42) terduga pelaku yang menghamili anak tirinya diperiksa di Polsek Kebonsari, Madiun, Kamis (6/2/2020).
HA (42) terduga pelaku yang menghamili anak tirinya diperiksa di Polsek Kebonsari, Madiun, Kamis (6/2/2020). (SURYAMALANG.COM/Rahadian Bagus)

Awalnya, sang ibu kandung menutupi bahwa anaknya dihamili oleh suami barunya alias ayah tiri si korban.

Anak tiri tersebut berusia 14 tahun berinisial PU, artinya si korban masih berstatus sebagai anak di bawah umur.

Pelaku HA dilaporkan ayah kandung korban ke Polsek Kebonsari, Madiun, Rabu (5/2/2020) kemarin.

Kapolsek Kebonsari, AKP Sunu Budiarto, ketika dikonfirmasi, Kamis (6/2/2020) membenarkan laporan ini.

"Dari pihak keluarga perempuan sudah mengakui. Yang melaporkan bapak kandung korban yang sudah cerai dengan ibu kandung korban," katanya.

Dia menuturkan, saat ini, pelaku sudah dibawa ke Polsek Kebonsari untuk diperiksa.

"Yang bersangkutan baru dimintai keterangan, nanti kalau sudah lengkap saya sampaikan," katanya.

Peristiwa persetubuhan ini diperkirakan terjadi sejak setahun yang lalu.

Akibat persetubuhan tersebut, gadis di bawah umur ini hamil, hingga melahirkan bayi perempuan di sebuah rumah sakit di Kabupaten Madiun.

ILUSTRASI
ILUSTRASI (Suryamalang.com/kolase ilustrasi Youtube Tribunnews.com/TribunManado.com)

Sunu menuturkan, peristiwa persetubuhan ini awalnya sempat ditutup-tutupi oleh ibu kandung korban, lantaran malu dengan saudara dan tetangga.

Namun, sejumlah tetangga akhirnya mengetahui setelah korban hamil dan melahirkan.

Hingga akhirnya, kabar tersebut terdengar ayah kandung korban.

Lantaran tidak terima anaknya yang masih Siswi SMP dicabuli, ayah kandung korban melapor ke Polsek Kebonsari.

Ia menambahkan, kasus ini sekarang masih dalam proses penyelidikan pihak Polsek Kebonsari.

Korban yang masih di bawah umur juga mendapat pendampingan dari Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Madiun.

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved