Monitor KPU Batu di RPPN Jatim Park 1 Rusak Setelah 10 Hari Diresmikan, Harganya Hampir Rp 10 Juta

Kerusakan layar monitor milik KPU Batu di RPPN itu diduga dilakukan oleh pelajar yang berwisata ke Jatim Park 1 pada 4 Februari 2020.

Penulis: Benni Indo | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Benni Indo
Komisoner KPU Batu Marlina menunjukkan gambar tangkapan CCTV yang memperlihatkan terjadinya kerusakan monitor, Senin (10/2/2020) 

SURYAMALANG.COM, BATU – Layar monitor milik KPU Batu yang berada di Jatim Park 1 rusak.

Kerusakan itu diduga dilakukan oleh pelajar yang berwisata ke Jatim Park 1 pada 4 Februari 2020.

Berdasarkan rekaman gambar CCTV yang ditunjukkan oleh KPU Batu, seorang anak bertopi menyentuh monitor dengan tekanan, kemudian monitor mengalami kerusakan.

Banyak Peserta Tes CPNS Kabupaten Malang Gugur, Karena Alasan Remeh & Tak Hadir Seleksi SKD

Bocah Karangploso Malang Hilang, Diduga Hanyut ke Sungai di Desa Nglijo dan Belum Ditemukan

Kesiapan Fisik Arema FC Baru 70 Persen, Tetap Bertekad Menang di Pertandingan Piala Gubernur Jatim

Ketua KPU Batu Mardiono mengatakan, pelaku merupakan pelajar SMK yang berasal dari luar Provinsi Jawa Timur.

Namun Mardiono belum bisa menjelaskan detail identitas pelaku dan nama sekolah.

“Sedang kami upayakan penyelesaian dengan cara kekeluargaan. Kami belum bisa menyebut nama sekolahnya,” kata Mardiono di gedung KPU Batu, Senin (10/2/2020).

Akibat kejadian tersebut, layar monitor di Rumah Pintar Pemilu Nasional (RPPN) tidak bisa dioperasikan.

Dikatakan Mardiono, pihaknya sudah berupaya untuk memperbaiki kerusakan.

Namun berdasarkan keterangan teknisi, perbaikan tidak bisa dilakukan, yang artinya harus mengganti barang baru.

Mardiono sendiri sudah menghubungi pihak sekolah.

Kata Mardiono, pihak sekolah membenarkan kalau pelaku ada siswanya.

Saat ini, KPU Batu mendorong agar persoalan tersebut diselesaikan dengan cara kekeluargaan.

“Identitasnya sudah kami kantongi. Salah satu petugas di sekolah tersebut membenarkan yang bersangkutan siswa mereka. Kami tawarkan dua opsi, diselesaikan secara kekeluargaan atau secara hukum. Kalau kekeluargaan ya memang harus diganti,” kata Mardiono.

Layar monitor tersebut bermerk Panasonic dengan ukuran 55 inchi. Selain monitor yang rusak, layar sentuhnya juga rusak.

Halaman
123
Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved