Nenek Warga Sukun Malang Meninggal Dunia Mengenaskan, Terperosok ke Sungai Saat ke Kamar Mandi

Nenek Sateni meninggal dunia karena terperosok di kamar mandi lalu terjatuh ke bantaran sungai yang berada tepat di belakang rumahnya

Nenek Warga Sukun Malang Meninggal Dunia Mengenaskan, Terperosok ke Sungai Saat ke Kamar Mandi
Petugas kepolisian saat melihat lokasi kejadian di mana nenek Sateni terjatuh dan meninggal, Selasa (11/2/2020). 

SURYAMALANG.COM, SUKUN - Seoran nenek, Sateni (87), warga Jalan Klayatan Gang I, Kelurahan Bandungrejosari, Kecamatan Sukun, Kota Malang meninggal dunia dengan cara mengenaskan.

Pasalnya nenek tersebut meninggal dunia karena terperosok di kamar mandi lalu terjatuh ke bantaran sungai yang berada tepat di belakang rumahnya.

Kasubbag Humas Polresta Malang Kota, Iptu Ni Made Seruni Marhaeni mengatakan kejadiannya sendiri terjadi sekitar pukul 03.30 WIB.

BREAKING NEWS : Polisi Tetapkan 2 Tersangka Dalam Kasus Perundungan atau Kekerasan Pada MS

Pemuda Maling Motor Asal Sukun Ditangkap Resmob Polresta Malang Kota Saat Pulang Pakai Motor Curian

Kalah dari Arema FC, Pelatih Sabah FA Kurniawan Dwi Yulianto Sampaikan Alasan Soal Finishing

"Saat itu anak korban mendengar suara gemuruh yang ada di belakang rumah. Dikiranya ada kejadian tanah longsor. Namun saat melihat ke lokasi asal suara, anak korban melihat ibunya sudah ada di bawah, di tepian sungai dengan posisi tubuh miring ke kanan," ujarnya kepada TribunJatim.com (Grup SURYAMALANG.COM), Selasa (11/2/2020).

Mengetahui hal tersebut, pihak keluarga langsung memanggil warga sekitar dan menghubungi polisi.

"Saat kita datang diketahui korban sudah dalam keadaan meninggal dunia," tambahnya.

Dirinya menduga penyebab kejadian itu karena korban kurang berhati hati saat berada di kamar mandi.

"Sehingga korban terperosok kemudian terjatuh ke bantaran sungai yang ada di bawah kamar mandinya.

Kamar mandi korban dan bantaran sungainya sendiri memiliki ketinggian kurang lebih sekitar 5 meter," bebernya.

Namun, pihak keluarga meminta jenasah korban segera dimakamkan.

"Pihak keluarga sudah ikhlas menerima kematian korban. Sehingga menolak adanya visum maupun otopsi dan meminta korban untuk segera dimakamkan," pungkasnya.

Penulis: Kukuh Kurniawan
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved