Pembebasan Usaha di Exit Tol Malang Alot

Gagal di Era Wali Kota Anton, Kini Sutiaji Libatkan Kejaksaan

Nasib sebuah showroom kendaraan bekas dan cucian mobil di Jalan Kiageng Gribig Kota Malang, seberang exit tol Pandaan Malang hingga kini belum jelas.

Gagal di Era Wali Kota Anton, Kini Sutiaji Libatkan Kejaksaan
SURYAMALANG.COM/Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah
Sebuah rumah usaha showroom dan cucian mobil masih berdiri di tengah Jalan Ki Ageng Gribig Kota Malang, Senin (10/2/2020). 

SURYAMALANGCOM, KLOJEN - Nasib sebuah rumah usaha showroom kendaraan bekas dan cucian mobil di Jalan Ki Ageng Gribig Kota Malang hingga kini masih belum jelas.

Pembebasan lahan dan bangunan tersebut cukup alot sejak era Wali Kota Moch Anton hingga beralih dipimpin Sutiaji.

Tempat usaha ini memotong jalan kembar Kiageng Gribig Kota Malang. Ya, bangunan ini berada di tengah salah satu ruas jalan.

Ketika Jalan Kembar Kiageng Gribig dibangun pada tahun 2016, seluruh Pedagang Kaki Lima (PKL) di daerah itu dibersihkan.

Sejumlah bangunan juga mendapat ganti rugi dari pemerintah karena pelebaran jalan tersebut dinilai penting. 

Jalan Kiageng Gribig perlu diperlebar karena bersinggungan langsung dengan exit Madyopuro Tol Pandaan Malang.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Malang merasa tidak punya kewenangan untuk terlibat lebih dalam  terkait proyek tersebut.

Sebab, semua dikerjakan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI.

Mulai pendanaan, pembebasan lahan, hingga penggarapan proyek.

Wali Kota Malang kala itu, Moch Anton pun tak henti membujuk pemilik bangunan.

Halaman
1234
Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah
Editor: Hesti Kristanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved