Piala Gubernur Jatim
4 Fakta di Balik Laga Persebaya Vs Bhayangkara FC, Mulai Penalti Gagal sampai Kualitas Sang Murid
Persebaya kalah 0-1 dari Bhayangkara FC dalam laga lanjutan Grub A Piala Gubernur Jatim 2020 di Stadion Gelora Bangkalan
SURYAMALANG.COM, SURABAYA – Persebaya kalah 0-1 dari Bhayangkara FC dalam laga lanjutan Grub A Piala Gubernur Jatim 2020 di Stadion Gelora Bangkalan, Rabu (12/2/2020) sore.
Gol kemenangan Bhayangkara FC dicetak Dendy Sulistyawan di menit 70.
Berikut ini 4 fakta di balik laga Persebaya vs Bhayangkara FC :
1. Makan Konate Gagal Eksekusi Penalti
Gelandang Persebaya, Makan Konate gagal mencetak gol melalui tendangan penalti.
Bola hasil sepakan Makan Konate hanya melambung di atas gawang Bhayangkara FC.
Pelatih Persebaya, Aji Santoso enggan menjadikan kegagalan eksekusi penalti itu sebagai biang kekalahan dari Bhayangkara FC.
Tapi, Aji Santoso mengakui kegagalan eksekusi penalti tersebut berpengaruh pada mental bertanding pemain.
“Kami kemasukan karena mental pemain menurun,” terang Aji Santoso kepada SURYAMALANG.COM.
Pelatih asal Kaupaten Malang itu menegaskan pemain Bajol Ijo bermain sangat baik sepanjang laga.
Bahkan Persebaya mendapat banyak peluang sepanjang laga.
Tapi, faktor keberuntungan yang tidak berpihak sehingga Persebaya kalah tipis.
“Kami banyak mendapat peluang, tapi tidak ada gol. Kami hanya kurang beruntung,” terang Aji Santoso.
2. Kondisi Makan Konate Saat Bertanding
Pelatih Persebaya, Aji Santoso tetap memuji penampilan Makan Konate meskipun gagal mengeksekusi penalti.
“Secara keseluruhan, dia bermain bagus. Skill dan kualitasnya tidak ada masalah,” terang Aji Santoso.
Mantan pelatih Arema ini menilai penampilan Makan Konate belum menonjol karena baru bergabung Persebaya.
Selain itu, kondisi fisik Makan Konate belum 100 persen.
“Saat uji coba melawan Sabah FA juga kondisinya belum 100 persen,” ucapnya.
Makan Konate baru bermain untuk Persebaya di tiga laga.
Laga melawan Bhayangkara FC ini menjadi yang pertama bagi Makan Konate bermain 90 menit.
Saat Persebaya ladeni Sabah FA dan melawan Persik Kediri, gelandang asal Mali ini tidak bermain full time.
“Dia perlu banyak bermain dengan tim. Dia memang perlu banyak waktu bermain dengan tim,” imbuhnya.
3. Formasi Tak Biasa Persebaya
Persebaya tampil dengan formasi tidak seperti biasa saat kalah 1-0 dari Bhayangkara FC.
Dalam laga ini, Persebaya menampilkan dua striker secara bersamaan, yaitu David da Silva dan Patrich Wanggai.
Sementara di posisi gelandang, Aji Santoso memainkan empat pemain sekaligus, yaitu M Hidayat, Alwi Slamat, Aryn Williams, dan Makan Konate.
Aji Santoso mengatakan perubahan formasi ini karena sejumlah pemain sakit.
Komposisi ini agak sedikit darurat. Tiba-tiba Irfan Jaya sakit, dan Ricky Kambuaya juga sakit,” terang Aji Santoso.
“Sebenarnya saya mau tetap pakai formasi 4-2-3-1. Tapi dalam kondisi darurat, saya mencoba menggunakan dua striker,” tambah pelatih berlisensi AFC Pro tersebut.
4. Rekor Tak Terkalahkan Telah Putus
Rekor tak terkalahkan Aji Santoso selama membesut Persebaya Surabaya terputus di tangan Bhayangkara FC.
Rekor tak terkalahkan Aji Santoso bersama Persebaya itu harus terputus di tangan mantan anak asuhnya sendiri, yaitu Dendy Sulistyawan.
Dendy pernah menjadi anak asuh Aji Santoso di Persela Lamongan.
Dendy mengakui faktor pernah bermain di bawah arahan Aji Santoso yang membuatnya mampu menjebol gawang Persebaya.
“Saya bersama Coach Aji lumayan lama. Makanya saya cukup tahu,” kata Dendy Sulistyawan.
Selain itu, Dendy menyebut ada faktor keberuntungan sehingga bisa menghasilkan sebiji gol lewat skema serangan balik ke area pertahanan Persebaya.
“Juga ada keberuntungan dan dapat kesempatan mencetak gol,” terang Dendy.(Khairul Amin, Ndaru Wijayanto)