Kemenpolhukam Ajak Masyarakat Waspadai Ancaman Radikalisme dan Intoleransi di Kota Malang

Masih terjadinya persoalan intoleransi bukan karena kesadaran berbangsa masih rendah. Namun karena adanya kekurangan pahaman artinya sebuah perbedaan

Kemenpolhukam Ajak Masyarakat Waspadai Ancaman Radikalisme dan Intoleransi di Kota Malang
SURYAMALANG.COM/Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah
Deputi VI Bidang Koordinasi Kesatuan Bangsa Kemenpolhukam, Ir. Arief P. Moekiyat, M.T (tengah) usai menghadiri acara Forum koordinasi dan sinkronisasi memperteguh kebhinekaan, merajut kebangsaan dalam rangka memperkokoh persatuan bangsa di Hotel Atria Kota Malang, Kamis (13/2/2020). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Persoalan intoleransi dan berkembangnya radikalisasi masih menjadi ancaman bangsa ini.

Untuk itu Kementerian Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) mengajak semua elemen untuk merajut perbedaan yang ada menjadi kesatuan yang utuh.

Pernyataan itu disampaikan oleh Deputi VI Bidang Koordinasi Kesatuan Bangsa Kemenpolhukam, Ir. Arief P. Moekiyat, M.T, di acara Forum koordinasi dan sinkronisasi memperteguh kebhinekaan, merajut kebangsaan dalam rangka memperkokoh persatuan bangsa di Hotel Atria Kota Malang, Kamis (13/2/2020).

Di hadapan media Aries menyampaikan, melalui forum ini pihaknya ingin menyerap berbagai aspirasi dan persoalan yang ada di daerah.

Terlebih arah kebijakan pemerintah republik Indonesia ke depan untuk mengembangkan toleransi dan moderasi beragama.

"Ini harus disadari dengan keanekaragaman bangsa Indonesia. Jika ini dikelola dengan bagus, maka akan menjadi kekuatan luar biasa. Namun jika tidak, maka akan menjadi persoalan besar," ucapnya.

Dia menambahkan, masih terjadinya persoalan intoleransi bukan karena kesadaran berbangsa masih rendah.

Namun karena adanya kekurangan pahaman artinya sebuah perbedaan.

Untuk itu, pemerintah memandang bahwa perkembangan intoleransi dan radikalisme merupakan salah satu ancaman serius yang perlu diwaspadai bersama.

"Saat ini, upaya pemerintah mengatasi radikalisme di Indonesia adalah dengan membangun kesadaran bahwa perbedaan antar manusia adalah fitrah ciptaan tuhan," ucapnya.

Halaman
12
Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved