Kementerian PPPA Apresiasi Langkah Pemkot Malang Berikan Perhatian Khusus Pada Kasus Perundungan

Valentina Ginting mengaskan bahwa restorative justice haruslah diterapkan pada kasus perundungan ini.

Kementerian PPPA Apresiasi Langkah Pemkot Malang Berikan Perhatian Khusus Pada Kasus Perundungan
TRIBUN JATIM/Kukuh Kurniawan
Asdep Bidang Perlindungan Anak Dari Kekerasan dan Eksploitasi Kementerian PPPA, Valentina Ginting saat ditemui TribunJatim.com di kantor Dinas Sosial, P3AP2KB Kota Malang, Kamis (13/2/2020). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kementerian PPPA) apresiasi langkah Pemkot Malang terhadap kasus perundungan yang terjadi kepada MS.

"Kita apresiasi langkah Pemkot Malang yang telah memberikan perhatian penuh baik kepada ananda korban dan ananda pelaku. Karena baik korban dan pelaku haruslah dilakukan perlindungan sesuai dengan UU Sistem Peradilan Pidana Anak" ujar Asdep Bidang Perlindungan Anak Dari Kekerasan dan Eksploitasi Kementerian PPPA, Valentina Ginting, Kamis (13/2/2020).

Ditemui di kantor Dinas Sosial, P3AP2KB Kota Malang, Valentina menjelaskan bahwa kekerasan kepada anak atau bullying sudah masuk ke dalam kategori kejahatan extraordinary crime.

Hasil Skor Akhir Arema FC Vs Persela di Piala Gubernur Jatim 2020, Bauman dan Alderete Unjuk Gigi

Aurel Hermansyah Bela Lucinta Luna, Setelah Narkoba dan Identitas Terbongkar, Bahas Soal Aib

Admin Instagram Arema FC Disemprot Netizen Gara-gara Caption, Ada yang Sindir Gaji Admin Nunggak

"Dan Presiden Jokowi beberapa hari yang lalu telah mengadakan rapat terbatas terkait bullying harus diperhatikan. Sehingga Mendagri telah mengeluarkan surat edaran baik kepada walikota, bupati dan gubernur untuk memastikan adanya anggaran dalam penanganan kasus bullying," bebernya.

Dirinya menerangkan bahwa anggaran untuk melakukan penanganan kasus bullying sangatlah besar.

"Karena tidaklah mudah untuk menangani kasus ini. Contohnya ananda korban dan pelaku harus dilakukan pendampingan untuk menghilangkan trauma anak. Dan hal itu tidak bisa dilakukan hanya 2 - 3 hari saja melainkan harus memakan waktu lama dan membutuhkan anggaran besar," tambahnya.

Namun meski begitu, Valentina Ginting kembali menambahkan bahwa restorative justice haruslah diterapkan pada kasus perundungan ini.

"Restorative justice harus dijalankan baik kepada pelaku dan korban. Karena masih di bawah umur dan sesuai dengan UU Sistem Peradilan Pidana Anak," pungkasnya.

Penulis: Kukuh Kurniawan
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved