Breaking News:

Berita Malang Hari Ini Populer, Ritual Pencarian Bocah 3,5 Tahun Hanyut di Sungai, Dana BOS Naik

Berita Malang Hari Ini Populer, Ritual Pencarian Bocah 3,5 Tahun Hanyut di Sungai, Dana BOS Naik

KOLASE SURYAMALANG.COM
Berita Malang Hari Ini Populer, Ritual Pencarian Bocah 3,5 Tahun Hanyut di Sungai, Dana BOS Naik 

SRU 2 menjangkau Kepuharjo sampai Jetis.

SRU 3 menyisir area Banjararum sampai Jembatan Araya, Kota Malang.

SRU 4 menyisir mulai Araya sampai Muharto, Kota Malang.

SRU 5 mencari dari Jembatan Muharto sampai jembatan Pasar Gadang

SRU 6 menyisir area Arjosari sampai Kalisari.

Sedangkan SRU 7 menjangkau sekitar Pasar Gadang sampai Bendungan Sengguruh, Kepanjen.

Total jangkauan pencarian mencapai 25 KM.

Tim menggunakan metoder penyisisaran tubing dengan perahu karet.

Ainul menerangkan tim memberi tenggat waktu pencarian sampai tujuh 7 hari.

“Bila melewati batas waktu itu, maka pencarian akan dihentikan,” kata Ainul.

Kemudian tim akan melakukan evaluasi setelah melakukan pencarian.

“Jika sudah melewati tujuh hari, kami akan memberi tahu warga sekitar korban dan keluarga bila pencarian diberhentikan,” ungkapnya.

Sebelumnya, Rafa Alfarizi dikabarkan hilang diduga hanyut terkena arus sungai.

Kala itu bocah tersebut terakhir kali terpantau memakai baju bewarna hitam dan celana berwarna hitam.

Saat Rafa bermain air hujan di luar, sang nenek memasak dan membuat kopi di dalam rumahnya.

Penasaran cucunya tak kunjung balik, nenek Rafa pergi mencarinya.

Tak ketemu, nenek berjalan menuju selokan yang tak jauh dari rumahnya.

Sesampainya di selokan, sang nenek hanya mendapati sebuah payung kecil berwarna merah. (Muhammad Erwin)

3. Dana Bosnas Naik, SMPN 17 Kota Malang Berencana Perbanyak Pasang CCTV untuk Antisipasi Perundungan

Pengumpulan sampah dari rumah dan jalan di sekitar sekolah dilakukan siswa kelas 7 dan 8 SMPN 17 Kota Malang, Rabu (21/2/2018).
Pengumpulan sampah dari rumah dan jalan di sekitar sekolah dilakukan siswa kelas 7 dan 8 SMPN 17 Kota Malang, Rabu (21/2/2018). (SURYAMALANG.COM/Sylvianita Widyawati)

Kenaikan nominal dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) mulai diantisipasi oleh beberapa sekolah di kota Malang dengan  menyiapkan revisi RKAS (Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah).

Salah satu poin yang bakal ditambahkan dalam RKAS di antaranya untuk pembelian CCTV.

Rencana belanja kamera CCTV seperti direncanakan oleh SMPN 17 kota Malang.

Kepala SMPN 17, Musthafa mengatakan sekolah ingin menambah kamera CCTV sebagai antipasi perundungan di sekolah, selain itu juga perlu genset di sekolah.

"Tapi nanti akan dirapatkan dulu dengan stake holder sekolah karena ada revisi RKAS," jelas Musthafa.

Ia menyebut saat ini sudah ada 12 CCTV yang terpasang disekolah.

Nanti sasarannya memasang kamera CCTV di kelas-kelas dan lorong-lorong.

Hal ini karena tidak setiap saat guru bisa memantaunya.

Jumlah siswa di SMPN 17 ada 871 orang, ini berarti pihak sekolah SMPN 17 setidaknya akan mendapat tambahan dana BOS lebih dari Rp 87 juta.

Karena ada tambahan cukup besar, maka perlu dirancang sesuai kebutuhan dengan melihat Juknisnya.

Dampak dari ini Sekolah perlu membuat revisi RKAS (Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah).

Musthafa menyebut sudah ada sosialisasi kenaikan nominal BOS.

Dana Bosnas atau BOS reguler dari APBN tahun 2020 dinaikkan oleh pemerintah.

Nilai kenaikannya mencapai Rp 100.000 siswa/tahun.

Untuk itu telah turun Permendikbud No 8/2020.

 "Soal Permendikbud itu tadi disosialisasikan oleh Ketua MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah) Negeri Kota Malang di SMPN 27," jelas Musthafa.

Untuk jenjang SMP, jika pada 2019 sebesar Rp 1 juta/siswa/tahun, maka 2020 nilainya menjadi Rp 1,1 juta/siswa/tahun.

Untuk jenjang SD dan SMP di Kota Malang, Pemkot Malang masih memberikan pendampingan berupa Bosda.

Ini artinya sumber pendapatan sekolah didapat dari Bosda dan Bosnas.

Sementara besaran BOS reguler tahun 2020 untuk SMA yang semula Rp 1,4 juta/siswa/tahun menjadi Rp 1,5 juta.

Untuk jenjang SMK menjadi Rp 1,6 juta/siswa/tahun dari semula Rp 1,4 juta.

Perbedaan lagi yang baru terkait BOS ini adalah dana bos reguler dikirim langsung ke rekening sekolah.

Selain itu, jika sebelumnya ada empat kali termin pencairan BOS, maka sekarang menjadi tiga kali.

Tahap pertama 30 persen, tahap kedua 40 persen dan tahap tiga 30 persen.

Fahrudin, Koordinator Badan Pekerja MCW (Malang Corruption Watch) berpesan kepada para kepala sekolah agar tidak memanipulasi pengelolaan BOS.

"Kepala sekolah harus mengalokasi BOS sesuai dengan Juknis. Dan jangan ada manipulasi dalam pengelolaan BOS. RKAS dan laporan penggunaan dana harus disampaikan kepada wali murid. Khususnya komite sekolah," pesannya.

Sehingga seluruh stake holder sekolah mengetahui besaran dan penggunaan dana bos. (Sylvianita Widyawati)

Penulis: Frida Anjani
Editor: Adrianus Adhi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved