Breaking News:

Berita Malang Hari Ini Populer, Ritual Pencarian Bocah 3,5 Tahun Hanyut di Sungai, Dana BOS Naik

Berita Malang Hari Ini Populer, Ritual Pencarian Bocah 3,5 Tahun Hanyut di Sungai, Dana BOS Naik

KOLASE SURYAMALANG.COM
Berita Malang Hari Ini Populer, Ritual Pencarian Bocah 3,5 Tahun Hanyut di Sungai, Dana BOS Naik 

SURYAMALANG.COM - Berikut ini rangkuman berita Malang hari ini, Jumat 14 Februari 2020 yang dihimpun oleh SURYAMALANG.

Berita Malang hari Ini mencakup tentang ritualpencarihan bocah 3,5 tahun yang hanyut di Sungai Bodo.

Selain itu ada juga kabar terkait kenaikan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang akan digunakan sekolah untuk menambah CTTV demi antisipasi perundungan.

Berikut ini rangkuman berita Malang hari ini dari liputan langsung wartawan di lapangan. 

1. Ritual Pencarian Bocah 3,5 Tahun yang Diduga Hanyut di Sungai Bodo, Kabupaten Malang

Saluran air yang diduga menjadi tempat Rafa Alfarizi (3,5) hanyut di Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang.
Saluran air yang diduga menjadi tempat Rafa Alfarizi (3,5) hanyut di Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. (SURYAMALANG.COM/M Erwin)

Bau dupa tercium ketika mendekati lokasi saluran air yang diduga menjadi tempat Rafa Alfarizi (3,5) hanyut di Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang.

Dua dupa terpancang di sebuah gelas.

Lengkap dengan secangkir kopi dan bunga melati yang terbungkus daun pisang.

Keluarga menyebut kegiatan ini sebagai usaha mendapat petunjuk keberadaan Rafa.

Ibu kandung Rafa, Octaviana menabur garam kasar di sekitar lokasi saluran air.

Paman Rafa, Misaji menerangkan pihak keluarga melaksanakan ritual tersebut sejak kemarin.

Keluarga tidak ingin berspekulasi lebih jauh mengenai hilangnya Rafa.

Suasana rumah tampak masih diselemuti perasaan menanti kedatangan Rafa.

“Kami berdoa agar Rafa segera ditemukan, dan para petugas pencari dimudahkan dalam mencari keberadaan Rafa,” ucap Misaji kepada SURYAMALANG.COM, Kamis (13/2/2020).

Para tetangga juga berdatangan mengunjungi rumah yang dihuni oleh nenek Rafa itu.

Sampai sekarang belum ada kabar mengenai keberadaan Rafa.

“Semoga Rafa segera ditemukan,” harap Misaji.

Pantauan SURYAMALANG.COM, saluran air yang diduga menjadi tempat hanyutnya Rafa hanya memiliki lebar sekitar 60 cm dengan kedalaman sekitar 1 meter.

Saluran air tersebut bermuara ke Sungai Bodo di bawahnya.

Kondisi saluran air tampak terdapat batu-batuan dan ranting pohon.

Bahkan ada satu ranting pohon yang menghalangi jalannya air.

Pihak keluarga mengakui hujan mengguyur saat sebelum dan sesudah Rafa hanyut.

“Hujannya memang deras. Air di saluran ini juga deras. Kami tidak tahu kalau Rafa tidak ada dan bermain air di luar.”

“Rumah saya sangat dekat dari rumah nenek Rafa,” ucap pria yang berdomisili di Petumahan Griya Permata Alam itu. (Muhammad Erwin)

2. Bocah 3,5 Tahun Tenggelam di Sungai Bodo, Kabupaten Malang, Pencarian Diperluas Sampai 25 KM

Selokan yang diduga menjadi tempat hanyutnya Rafa Alfarizi di Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang.
Selokan yang diduga menjadi tempat hanyutnya Rafa Alfarizi di Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. (SURYAMALANG.COM/M Erwin)

Pencarian Rafa Alfarizi (3,5) diperluas sampai 25 kilometer (KM) dari titik tenggelam di Sungai Bodo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Kamis (13/2/2020).

Sampai sekarang petugas belum menemukan Rafa.

Koordinator Lapangan Basarnas Surabaya, Ainul Makhdin mengatakan tim Search Rescue Unit (SRU) atau tim pencari ditambah menjadi 7 SRU.

“Tim bergerak sejak pukul 08.00 WIB. Saat awal pencarian, hanya ada tiga SRU. Kini jumlahnya menjadi tujuh SRU,” ujar Ainul kepada SURYAMALANG.COM.

Ainul menambahkan SRU 1 bergerak dari tempat kejadian sampai Desa Kepuharjo.

SRU 2 menjangkau Kepuharjo sampai Jetis.

SRU 3 menyisir area Banjararum sampai Jembatan Araya, Kota Malang.

SRU 4 menyisir mulai Araya sampai Muharto, Kota Malang.

SRU 5 mencari dari Jembatan Muharto sampai jembatan Pasar Gadang

SRU 6 menyisir area Arjosari sampai Kalisari.

Sedangkan SRU 7 menjangkau sekitar Pasar Gadang sampai Bendungan Sengguruh, Kepanjen.

Total jangkauan pencarian mencapai 25 KM.

Tim menggunakan metoder penyisisaran tubing dengan perahu karet.

Ainul menerangkan tim memberi tenggat waktu pencarian sampai tujuh 7 hari.

“Bila melewati batas waktu itu, maka pencarian akan dihentikan,” kata Ainul.

Kemudian tim akan melakukan evaluasi setelah melakukan pencarian.

“Jika sudah melewati tujuh hari, kami akan memberi tahu warga sekitar korban dan keluarga bila pencarian diberhentikan,” ungkapnya.

Sebelumnya, Rafa Alfarizi dikabarkan hilang diduga hanyut terkena arus sungai.

Kala itu bocah tersebut terakhir kali terpantau memakai baju bewarna hitam dan celana berwarna hitam.

Saat Rafa bermain air hujan di luar, sang nenek memasak dan membuat kopi di dalam rumahnya.

Penasaran cucunya tak kunjung balik, nenek Rafa pergi mencarinya.

Tak ketemu, nenek berjalan menuju selokan yang tak jauh dari rumahnya.

Sesampainya di selokan, sang nenek hanya mendapati sebuah payung kecil berwarna merah. (Muhammad Erwin)

3. Dana Bosnas Naik, SMPN 17 Kota Malang Berencana Perbanyak Pasang CCTV untuk Antisipasi Perundungan

Pengumpulan sampah dari rumah dan jalan di sekitar sekolah dilakukan siswa kelas 7 dan 8 SMPN 17 Kota Malang, Rabu (21/2/2018).
Pengumpulan sampah dari rumah dan jalan di sekitar sekolah dilakukan siswa kelas 7 dan 8 SMPN 17 Kota Malang, Rabu (21/2/2018). (SURYAMALANG.COM/Sylvianita Widyawati)

Kenaikan nominal dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) mulai diantisipasi oleh beberapa sekolah di kota Malang dengan  menyiapkan revisi RKAS (Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah).

Salah satu poin yang bakal ditambahkan dalam RKAS di antaranya untuk pembelian CCTV.

Rencana belanja kamera CCTV seperti direncanakan oleh SMPN 17 kota Malang.

Kepala SMPN 17, Musthafa mengatakan sekolah ingin menambah kamera CCTV sebagai antipasi perundungan di sekolah, selain itu juga perlu genset di sekolah.

"Tapi nanti akan dirapatkan dulu dengan stake holder sekolah karena ada revisi RKAS," jelas Musthafa.

Ia menyebut saat ini sudah ada 12 CCTV yang terpasang disekolah.

Nanti sasarannya memasang kamera CCTV di kelas-kelas dan lorong-lorong.

Hal ini karena tidak setiap saat guru bisa memantaunya.

Jumlah siswa di SMPN 17 ada 871 orang, ini berarti pihak sekolah SMPN 17 setidaknya akan mendapat tambahan dana BOS lebih dari Rp 87 juta.

Karena ada tambahan cukup besar, maka perlu dirancang sesuai kebutuhan dengan melihat Juknisnya.

Dampak dari ini Sekolah perlu membuat revisi RKAS (Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah).

Musthafa menyebut sudah ada sosialisasi kenaikan nominal BOS.

Dana Bosnas atau BOS reguler dari APBN tahun 2020 dinaikkan oleh pemerintah.

Nilai kenaikannya mencapai Rp 100.000 siswa/tahun.

Untuk itu telah turun Permendikbud No 8/2020.

 "Soal Permendikbud itu tadi disosialisasikan oleh Ketua MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah) Negeri Kota Malang di SMPN 27," jelas Musthafa.

Untuk jenjang SMP, jika pada 2019 sebesar Rp 1 juta/siswa/tahun, maka 2020 nilainya menjadi Rp 1,1 juta/siswa/tahun.

Untuk jenjang SD dan SMP di Kota Malang, Pemkot Malang masih memberikan pendampingan berupa Bosda.

Ini artinya sumber pendapatan sekolah didapat dari Bosda dan Bosnas.

Sementara besaran BOS reguler tahun 2020 untuk SMA yang semula Rp 1,4 juta/siswa/tahun menjadi Rp 1,5 juta.

Untuk jenjang SMK menjadi Rp 1,6 juta/siswa/tahun dari semula Rp 1,4 juta.

Perbedaan lagi yang baru terkait BOS ini adalah dana bos reguler dikirim langsung ke rekening sekolah.

Selain itu, jika sebelumnya ada empat kali termin pencairan BOS, maka sekarang menjadi tiga kali.

Tahap pertama 30 persen, tahap kedua 40 persen dan tahap tiga 30 persen.

Fahrudin, Koordinator Badan Pekerja MCW (Malang Corruption Watch) berpesan kepada para kepala sekolah agar tidak memanipulasi pengelolaan BOS.

"Kepala sekolah harus mengalokasi BOS sesuai dengan Juknis. Dan jangan ada manipulasi dalam pengelolaan BOS. RKAS dan laporan penggunaan dana harus disampaikan kepada wali murid. Khususnya komite sekolah," pesannya.

Sehingga seluruh stake holder sekolah mengetahui besaran dan penggunaan dana bos. (Sylvianita Widyawati)

Penulis: Frida Anjani
Editor: Adrianus Adhi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved