DPRD Kota Batu Desak Agar Pasar Sayur Bisa Menjadi Tujuan Wisata
Wakil Ketua 2 DPRD Kota Batu Heli Suyanto berharap revitalisasi pasar sayur dapat mengembalikan kejayaan Kota Batu sebagai sentral pasar sayur.
Penulis: Benni Indo | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM, BATU - Wakil Ketua 2 DPRD Kota Batu Heli Suyanto berharap revitalisasi pasar sayur dapat mengembalikan kejayaan Kota Batu sebagai sentral pasar sayur.
Dikatakan Heli, di era tahun 90-an, pasar sayur di Kota Batu merupakan pasar sentral.
“Ya, harapan kami dikembalikan kejayaan Pasar Batu. Di era 90-an pernah menjadi sentral pasar sayur, tapi kali ini tidak. Mungkin tempatnya kurang memadai akhirnya banyak pedagang yang hengkang,” kata Heli, Sabtu (15/2/2020).
Kini, renovasi pasar sayur telah selesai dilakukan. Pemkot Batu berencana akan meresmikan Pasar Sayur yang baru saja dibangun itu pada Senin (17/2/2020) mendatang.
Heli mengatakan, DPRD Kota Batu mendorong agar pasar tidak sekadar menjadi tempat transaksi jual beli semata, namun juga sebagai tempat tujuan wisata.
Menurut Heli, pasar sayur yang baru saja dibangun masih belum ideal untuk dijadikan pasar wisata.
Untuk menjadi pasar wisata, harus ada fasilitas umum yang mendukung, termasuk juga tanggungjawab kebersihannya.
Heli mengatakan, DPRD Kota Batu akan mengajukan usul pasar wisata tersebut pada rencana pembangunan pasar selanjutnya. Yakni rencana perbaikan pasar bagian tengah.
“Harapannya itu begini, pasar sayur tidak hanya untuk transaksi pedagang sayur, tapi juga untuk wisata. Kalau pasar sayur yang baru dibangun ini sebenarnya kurang ideal. Perlu ada beberapa pembenahan terutama fasiltias umum, toilet, kebersihan, dan tentunya rekomendasi hasil inspeksi dewan yang belum direalisasikan oleh pengembang,” terangnya.
Peluang menjadikan pasar sebagai tujuan wisata sangat mungkin diwujudkan. Kata Heli, Pasar Kota Batu merupakan pasar terbesar di Malang Raya dengan luas kurang lebih 4 Ha. Oleh sebab itu, bisa dikonsep untuk menjadi salah satu tujuan wisata.
“Nah mungkin dikonsep agar pembangunan pasar yang berikutnya dapat melengkapi kekurangan di pasar sayur. Konsep pasar wisata bisa dimasukkan ke konsep pasar mendatang,” katanya.
Jika nanti memang bisa diakomodir usulan dewan dan menjadi pasar wisata, Heli meminta agar masyarakat juga turut menjaga.
Di satu sisi, Heli juga mendorong agar Pemkot Batu tegas terhadap pelanggaran yang terjadi di pasar wisata. Hal itu untuk menjaga kenyamanan wisatawan yang datang.
“Peran serta pemerintah ini wajib mengawal. Jadi pasar itu tidak sekadar tempat transaksi semata, apalagi sebagai kota wisata. Bisa juga jual oleh-oleh dan kuliner. Kalau wisatawan mau masuk pasar itu luar biasa. Tentunya tetap menjaga konsep tradisional,” jelasnya.
DPRD Kota Batu akan menggelar agenda dengar pendapat dengan dinas terkait terkait usulan tersebut. Heli menegaskan, dalam dengar pendapat nanti akan mengajak sejumlah pihak, tidak hanya pedagang saja.
“Tidak hanya pedagang, tapi juga tokoh agama, tokoh masyarakat, pelaku usaha dan petani. Itu tetap kami libatkan karena pasar milik umum. Jadi perlu digaris bawahi, konsep ini bukan hanya untuk pedagang, tapi juga untuk Kota Batu,” paparnya.
Dalam lampiran Peraturan Presiden Republik Indonesia No 80 Tahun 2019 pembangunan Pasar Induk Kota Batu menelan biaya Rp 200 M dari APBN. Pemkot Batu akan mempertimbangkan relokasi pedagang ketika pasar diperbaiki.
Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko saat meninjau persiapan pasar sebelum persmian mengatakan, kondisi pasar sudah 95 persen siap. Pemkot Batu akan melakukan peresmian pada 17 Februari 2020. Di hari itu juga, dilakukan pengundian kepada pedagang untuk mengisi tempat.
“Alhamdulillah pasar sudah dibilang 95 persen siap. Bangunannya tampaknya bagus dan itu sudah diuji. Tanggal 17 insha Allah akan diresmikan,” ujar Dewanti.
Dewanti mengatakan kalau sebetulnya pedagang sudah bisa memakai pasar yang baru selesai dibangun. Namun harus menunggu peresmian terlebih dahulu sebelum ditempati.
“Sebetulnya sekarang pun sudah bisa, tapi belum diresmikan. Peresmian nanti sekaligus pengambilan jatah lapak,” kata Dewanti.
Kader PDI Perjuangan itu juga mengatakan kalau dalam waktu dekat akan dilakukan renovasi Pasar Besar. Renovasi Pasar Besar menggunakan dana dari Pemerintah Pusat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/pasar-sayur-batu-siap-diresmikan.jpg)