Kamis, 16 April 2026

Berita Malang Hari Ini Populer, Update Balita Hanyut dan Lapas Lowokwaru Jadi Tempat Edukasi

Berikut ini rangkuman berita Malang hari ini, Minggu 15 Februari 2020 yang dirangkum SURYAMALANG.

Penulis: Raras Cahyaning Hapsari | Editor: Adrianus Adhi
SURYAMALANG
Berita Malang Hari Ini Minggu 15 Februari 2020 

SURYAMALANG.COM - Berikut ini rangkuman berita Malang hari ini, Minggu 15 Februari 2020 yang dirangkum SURYAMALANG.

Ada kelajutan kasus balita hanyut saat banjir dalam berita Malang terbaru hari ini.

Selain itu ada pula kabar tentang Lapas Lowokwaru yang kini jadi tempat Edukasi warga binaannya.

Berikut ini berita Malang populer hari ini selengkapnya.

1. Update Balita Hilang Saat Banjir

Balita Rafa Alfarizi diduga hilang terhanyut hujan yang mengaliri sungai di Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso.

Hingga hari ke-5 belum ada tanda-tanda sosok Rafa Alfarizi ditemukan oleh tim SAR dan keluargapun semakin dirundung kecemasan.

Peristiwa hilangnya Rafa Alfarizi terjadi pada Senin (10/02/2020) petang saat hujan deras mengguyur desa tersebut.

Saat itu Rafa Alfarizi dititipkan di rumah neneknya. Ia ternyata keluar bermain air hujan sambil membawa payung kecil merah.

Sementara sang nenek berada di dalam rumahnya dan sedang memasak dan membuat kopi.

Saat sang nenek keluar ternyata bocah itu sudah hilang dan hanya ada payung merah yang dibawanya.

Pencarian Rafa Alfarizi hingga Kamis (13/2/2020) kemarin sudah memasuki hari keempat, .

Koordinator Lapangan Basarnas Surabaya, Ainul Makhdin mengatakan, tim Search Rescue Unit (SRU) telah ditambah jumlahnya menjadi tujuh SRU.

"Tim mulai bergerak sejak pukul 08.00. Jumlah SRU ditambah menjadi 7 SRU."

"Setelah sebelumnya awal pencarian hanya 3 SRU," ujar Ainul ketika ditemui di Balai Desa Ngijo.

Dari pantauan SURYAMALANG.COM ada dua tusuk dupa terlihat terpancang di sebuah gelas.

Di sampingnya, secangkir kopi dan bunga melati terbungkus daun pisang.

Keluarga menyebut, membakar dupa merupakan sebuah usaha untuk mendapat petunjuk keberadaan Rafa Alfarizi.

Octaviana, ibu kandung Rafa Alfarizi juga menabur garam kasar di sekitar lokasi saluran air.

2. Tol Malang Pandaan Ditarget Selesai Februari

Tol Pandaan- Malang (Mapan) yang memiliki panjang 38,48 Kilometer ditargetkan bisa beroperasi seluruhnya pada akhir Febuari 2020.

Kini, progres pembangunan Tol Mapan hanya menyisahkan seksi V yang menyambungkan antara daerah Pakis - Madyapuro dengan panjang 3,11 KM.

Direktur Utama PT Jasa Marga Tol Mapan (JPM), Agus Purnomo menyebut bahwa nilai investasi pembangunan di Tol Mapan mencapai Rp 6,4 Triliun.

Jumlah tersebut di luar dari nilai pembebasan lahan warga untuk pembangunan Tol Mapan.

"Iya fokus kami kan hanya untuk membangun jalan tol. Jadi mulai sarana dan pra sana hingga insfratruktur yang ada," ucap Agus saat dihubungi SURYAMALANG.COM, Sabtu (15/2/2020).

Dia menyampaikan, dalam minggu ini akan ada tim yang akan melakukan uji laik di exit Tol Madyapuro.

Uji laik akan dilakukan oleh Kementerian PUPR, BPJT, Dinas Perhubungan, Polisi dan pihak-pihak terkait lainnya.

Setelah proses uji laik itu selesai, pihaknya baru menunggu sertifikat layak operasi.

Sembari menunggu sertifikat turun, Jasa Marga akan mengoperasikan gratis exit tol Madyapuro selama tujuh hari.

Hal tersebut sama halnya dengan yang dilakukan baik di seksi I-III Pandaan-Singosari maupun seksi IV Pakis.

"Kami akan mengikuti prosesnya, termasuk proses evaluasi dalam uji laik nanti. Doakan saja semoga paling cepat bisa selesai akhir Febuari ini," ujarnya.

3. Lapas Lowokwaru Malang Akan Dijadikan Sarana Edukasi Bagi Warga Binaan

Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) menjadi konsep dalam pembangunan Lapas Kelas I Lowokwaru Malang yang berada di Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang.

Hal tersebut disampaikan oleh Kalapas Lowokwaru Malang, Anak Agung Gde Krisna saat mendampingi kunjungan Kepala Kantor Wilayah KemenkumHAM Jawa Timur, Krismono pada Sabtu (15/2/2020).

Kunjungan Krismono tersebut ialah untuk melihat proses pembangunan SEA.

Dikarenakan, SEA ini nantinya akan menjadi tempat untuk program kemandirian bagi para warga binaan di Lapas Lowokwaru Malang.

"Tanah kami yang ada di Ngajum ini seluas 20 hektar. Akan tetapi yang kami gunakan saat ini hanya 3,5 hektar saja," ucap Agung.

Warga binaan yang nantinya menempati SEA diharuskan mengikuti proses seleksi yang ketat.

Di mana kualifikasinya ialah warga binaan yang masa tahanannya akan habis.

Hal dilakukan, dikarenakan pengawasan yang ada di SEA tidak begitu ketat seperti yang ada di dalam lapas.

Akan tetapi, pihak lapas sudah menyiapkan penjagaan sesuai SOP dan hukuman apabila mengetahui warga binaan yang melarikan diri.

"Ya nanti tempat ini untuk WB yang sudah memiliki SK tahanan. Akan tetapi SK tahanan tersebut belum diserahkan. Apabila mereka nekat mau melarikan diri yang percuma," ucapnya

Saat ini, sudah ada enam warga binaan yang ditempatkan di SEA.

Mereka sementara ini diperbantukan untuk membantu proses pembangunan.

Dalam proses pembangunan ini, Lapas Lowokwaru juga dibantu oleh warga sekitar dan warga binaan yang memang ahli di bidang pembangunan.

Akan tetapi, warga binaan yang diperbantukan tersebut tidak menginap di SEA.

Namun setiap harinya dipulangkan kembali ke Lapas Lowokwaru Malang.

"Jadi WB yang memiliki keahlian dalam bidang perkayuan kami tempat di sana. WB yang ahli dalam bidang pengelasan juga kami perbantukan. Dan itu masih sementara saja karena proses pembangunan," ucapnya.

Proses awal pembangunan SEA ini sebenarnya sudah dikerjakan pada tahun 2016 lalu, sewaku Kalapas Lowokwaru Malang dijabat oleh Krismono.

Krismono menyampaikan, bahwa dana yang digunakan dalam pembangunan SEA menggunakan dana pelatihan senilai Rp 1,9 Miliar untuk tahun 2020.

Untuk itu, proses pembangunan SEA akan dilakukan secara bertahap dan jangka panjang.

"Di sini adalah tempat untuk membina WB. Karena fasilitas di sini akan kami buat selengkap mungkin, mulai dari pertanian, perikanan hingga peternakan," ucap Krismono.

Selain itu, dengan adanya lahan di Ngajum ini diharapkan bisa mengatasi over kapasitas di Lapas Lowokwaru Malang.

Diharapkan, SEA bisa menampung 200 WB yang memiliki keahlian sebelum mereka bebas dari masa tahanan.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved