Pemilik Lahan Situs Pendem Tak Masalah Soal Ganti Rugi, Selanjutnya di Tangan Pemkot Batu

Sutrisno tidak mempermasalahkan adanya penggalian situs bersejarah di atas lahan miliknya saat ini

Pemilik Lahan Situs Pendem Tak Masalah Soal Ganti Rugi, Selanjutnya di Tangan Pemkot Batu
SURYAMALANG.COM/Benni Indo
Wicaksono (baju abu-abu) saat memberikan keterangan kepada jurnalis di lokasi penggalian Situs Pendem, Minggu (16/2/2020). 

SURYAMALANG.COM, BATU – Salah satu pemilik lahan tempat ditemukannya candi di Situs Pendem, Sutrisno (53) tidak mempermasalahkan jika nantinya lahannya diganti rugi.

Ia mengatakan perlu berbicara terlebih dahulu dengan anggota keluarga lainnya.

“Tidak masalah, tapi belu bicara dulu karena ini milik orang banyak,” ujarnya.

Situs Pendem Bisa Jadi Unggulan Wisata Desa Pendem Dinas Pariwisata Kota Batu siap Proses

Terjadi 2 Kali Bentrokan Antar Suporter Saat Laga Persebaya Vs Arema FC di Kota Blitar

Adanya penggalian situs bersejarah di atas lahan miliknya saat ini juga tidak dipermasalahkan. Bahkan dirinya sangat mendukung. Beberapa kali Sutrisni ikut membantu penggalian.

"Kalau saya mendukung penggalian dan pelestarian situs Pendem ini. Namun karena situs berada di lahan milik kelurga, kami meminta agar dilakukan pembebasan lahan. Artinya Pemkot Batu bisa mengganti lahan tersebut sesuai harga tanah di Pendem," ungkapnya.

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 11/2010 tentang Cagar Budaya di Pasal 95 menjelaskan Pemerintah dan Pemerintah Daerah sesuai dengan tingkatannya memiliki tugas mengembangkan dan menerapkan kebijakan yang dapat menjamin terlindunginya dan termanfaatkannya cagar budaya.

Kemudian pemerintah daerah harus menyelenggarakan penelitian dan pengembangan cagar budaya, termasuk mengalokasikan dana bagi kepentingan pelestarian cagar budaya.

Arkeolog BPCB Jawa Timur Wicaksono Dwi Nugroho mengatakan kalau pekerjaan rumah yang harus diselesaikan Pemkot Batu salah satunya adalah pembebasan lahan. Selain itu juga pemeliharaan dan pengembangan fungsi situs.

BPCB Jawa Timur sendiri telah mengakhiri tugas penggalian situs Pendem pada Minggu (16/2/2020). Setelah itu, BPCB Trowulan Jawa Timur akan mempresentasikan hasil temuan ke Pemkot Batu. Kemudian, penggalian akan dilanjutkan oleh Pemkot Batu.

“Kami agendakan audiensi dengan wali kota Batu. Kami presentasikan hasil dan berharap Pemkot Batu bisa menindaklanjuti karena ini kaitannya dengan sejarah Kota Batu,” terang Wicaksono.

Selama kegiatan penggalian, BPCB Jawa Timur mendapat dukungan dana dari komunitas dan Pemerintah Desa Pendem.

Pemasangan atap di tempat penggalian berasal dari dana bantuan komunitas. Wicaksono menyampaikan apresiasi dan terima kasihnya kepada semua pihak yang membantu.

Menurut Wicaksono, dukungan masyarakat dan komunitas terhadap proses penggalian situs sangat berarti. Para pekerja juga giat melakukan penggalian hingga akhirnya menemukan Sumuran yang membuat Wicaksono yakin kalau bangunan tersebut adalah candi. 

Penulis: Benni Indo
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved