Tim Kelora UIN Maliki Malang Tak Henti Populerkan Kelor Ke Masyarakat

Dikatakan, meski penelitian tentang kelor sudah mendunia di bidang pendidikan namun kurang familiar secara umum.

Tim Kelora UIN Maliki Malang Tak Henti Populerkan Kelor Ke Masyarakat
SURYAMALANG.COM/Sylvianita Widyawati
Dosen kimia UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Eny Yuliarti MSi (kerudung biru) dengan berbagai produk dari bahan kelor. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Empat dosen UIN Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang fokus untuk mempopulerkan kelor pada masyarakat.

Mereka masuk Tim Kelora dibawah LP2M UIN Maliki. Yaitu Eny Yuliarti MSi yang fokus pada pengobatan herbal. Kemudian Rifatul Mahmudah MSi yang memanfatkan kelor untuk perawatan kulit dan rambut.

Ada Achmad Hanapi MSc fokus untuk nutrisi dan pergobatan herbal untuk anak-anak. Sedang Dr Danial Hilmi, fokus meneliti aplikasi daun kelor di bidang pertanian.

Situs Pendem Bisa Jadi Unggulan Wisata Desa Pendem Dinas Pariwisata Kota Batu siap Proses

Terjadi 2 Kali Bentrokan Antar Suporter Saat Laga Persebaya Vs Arema FC di Kota Blitar

"Kami fokus meneliti kelor sejak 2006. Tapi waktu itu untuk lingkungan. Pada 2016, kami dikirim untuk pengabdian masyarakat di Kecamatan Sumbermanjing Wetan untuk nutrisi, herbal dan pupuk organik," jelas Eny pada suryamalang.com, Selasa (18/2/2020).

Dikatakan, meski penelitian tentang kelor sudah mendunia di bidang pendidikan namun kurang familiar secara umum.

"Memang ada masyarakat yang memiliki ritme memasak dengan menyeling dengan memasak kelor sebagai kekayaan budaya Indonesia. Tapi kelor belum familiar di masyarakat," jelas Eny Yulianti MSi, Dosen Jurusan Kimia UIN Maliki pada suryamalang.com, Selasa (18/2/2020).

Menurut dia, melalap daun kelor sangat bagus untuk anti oksidan.

Jika rutin memberi efek baik pada mata. Namun untuk jadi lalapan juga tidak bisa banyak.

"Seperti memetik daun kemangi secukupnya. Kalau kebanyakan malah bisa mendem," katanya.

Begitu juga jika dijadikan jus kelor juga ada ukurannya. Sehingga tidak bisa dipakai banyak.

Beberapa produk hilirisasi dari kelor seperti untuk kapsul, serum juga bisa jadi cokelat kelora.

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved