Belajar dari Rekonsiliasi Mantan Pelaku Terorisme dan Korban Ledakan Bom di Depan Kedubes Australia

Sudjarwo adalah sekuriti di Kedubes Australia mulai 2003 hingga sekarang. Pesan dari apa yang disampaikan adalah kekerasan jangan dibalas kekerasaan.

SURYAMALANG.COM/Sylvianita Widyawati
Mantan pelaku terorisme Mukhtar Khairi, mantan anak buah Dul Matin saat mengisi acara di Fisip Universitas Brawijaya, Rabu (19/2/2020). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Seminar ‘Belajar Dari Rekonsiliasi Korban dan Mantan Pelaku Terorisme’ di Fisip Universitas Brawijaya Malang menghadirkan Mukhtar Khairi, mantan teroris dan Sudjarwo, korban ledakan bom di depan Kedubes Australia di Jakarta pada 2004.

Sudjarwo adalah sekuriti di Kedubes Australia mulai 2003 hingga sekarang.

Pesan dari apa yang disampaikan adalah kekerasan jangan dibalas kekerasaan.

“Sampai sekarang saya masih proses pemulihan,” katanya di acara yang dihadiri mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi itu.

Dikatakan, saat bekerja tidak ada firasat. Ia tugas di pagar area depan untuk mengecek kendaraaan masuk.

Tiba-tiba pada 9 September 2004 pukul 10.30 WIB ada ledakan. Saat membeberkan itu diputarkan video dari rekaman CCTV.

“Saya tak sadar ada bom. Saya terpental. Kepalanya ada kaca, telinga berdengung dan tidak bisa menggerakkan tubuhnya,” tuturnya.

Dikatakan banyak rekan yang lebih parah bahkan ada yang meninggal dunia.

“Seminggu sebelum kejadian memang sudah diingatkan saat apel pagi soal ancaman pihak luar atau teroris.”

Pada 2002-2003 kan banyak kejadian pengeboman. Ada pengeboman di JW Marriot, bom Bali dan kota-kota lainnya.

Halaman
123
Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved