Kekejaman Ibu Tiri Terungkap Karena Rekaman Teman Korban, Ditampar dan Disabet Ikat Pinggang

Kekejaman ibu tiri terungkap berkat rekaman teman anak tiri yang prihatin melihat kawannya disiksa.

Instagram
Kekejaman Ibu Tiri Terungkap 

SURYAMALANG.COM - Penyiksaan anak kembali terjadi, kali ini terjadi di Sumatera Utara.

Kekejaman ibu tiri terungkap berkat rekaman teman anak tiri yang prihatin melihat kawannya disiksa.

Video yang direkam oleh teman korban itupun langsung viral di media sosial dan mendapat perhatian masyarakat.

Pasalnya, dalam video tersebut terlihat bahwa sang anak mendapatkan kekerasan berupa pukulan dan sabetan dari sabuk.

Bahkan anak Perempuan yang ada dalam video itu tampak menangis mendapat perlakuan seperti itu.

Video ini lantas diunggah ulang oleh akun Instagram @newscorner.id pada Selasa (18/2/2020) kemarin, dan mendapat perhatian dari para netizen.

Dilansir dari Tribun Medan dalam artikel berjudul 'Gara-gara PR Sekolah, GS (7) Disiksa Ibu Tiri, Dilibas Pakai Tali Pinggang dan Ditampar Bertubi-tubi', diketahui pelaku bernama RH(45) merupakan ibu tiri dari GS(7).

Peristiwa itu terjadi di rumah mereka di Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun, pada Kamis (13/2/2020) sekitar pukul 16.00 WIB sore.

Berdasarkan video berdurasi 3 menit ini, RH menjambak rambut GS dan menyeret sang anak sejauh satu meter.

Lalu, RH setengah berdiri melibaskan tali pinggang ke kepala dan badan GS.

Meski GS terus meraung menangis ketakutan, namun RH terus memukulinya.

RH juga menampar GS dengan tamparan yang cukup kuat. Suara tamparan itu terdengar cukup keras.

RH terus melancarkan kekerasan menggunakan tali pinggang secara bertubi-tubi, meskipun GS sudah meminta ampun.

Dalam percakapan video itu, terdengar RH memarahi GS karena tidak dapat menyelesaikan tugas dari sekolah. Tampak juga buku dan tas terletak di lantai.

Berdasarkan data kepolisian setempat, laporan kakek GS bernomor LP/66/II/2020/SU/Simal masuk pada tanggal 16 Februari 2020.

Atas laporan tersebut, polisi memeriksa sejumlah orang, termasuk suami RH yang berinisial HS.

"Video itu direkam teman korban. Melihat pelaku memukul korban lalu divideokan secara amatir,"

"Melihat pelaku memukul korban lalu divideokan secara amatir. Dan diviralkan ke medsos."

"Langsung kita amankan, kita periksa," kata Kapolres Simalungun.

Polisi telah menjemput RH untuk dimintai keterangan terhadap video kekerasan yang tersebar itu.

Kapolres Simalungun AKBP Heribertus Ompusunggu mengatakan kejadian ini telah dilaporkan RS, kakek korban GS.

Polisi telah mengamankan pelaku RS dan kini diperiksa di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Simalungun. Sementara korban GS juga dimintai keterangan.

"Masih dilakukan pemeriksaan RH. Video itu direkam teman korban."

"Melihat pelaku memukul korban lalu divideokan secara amatir. Dan diviralkan ke medsos. Langsung kita amankan. Kita periksa,"ujar AKBP Heribertus, Senin (17/2/2020).

AKBP Heribertus mengatakan masih melihat motif yakni korban bandel dan susah diajarkan.

Kata AKBP Heribertus, korban merupakan anak dari suami kedua pelaku.

"(Dipukul) pakai tangan dan tali pinggang. Motif ini sementara susah diberitahu dan agak membandel sehingga dengan emosi melakukan pemukulan. Anak dari suami ke dua," katanya.

AKBP Heribertus mengatakan, GS mengalami memar pada bagian kaki, punggung, dan bagian kepala.

Pelaku RH telah disangkakan Pasal 44 ayat 1 UU Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga dengan ancaman 5 tahun penjara.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Simalungun AKP Muhamad Agustiawan sedang menelusuri intensitas penganiayaan tersebut.

"Kita ambil keterangan dari temannya, ibu, korban, dan tetangga. Kita sedang pastikan apakah sering mendengar teriakan itu,"ujarnya.

AKP Agustiawan juga mengatakan pelaku RH memang sedang memarahi korban karena tidak bisa mengerjakan tugas sekolah.

"Penyampaian orang tua ke anak berbeda-beda. Ada anak gak bisa dituntun. Ada juga dengan cara kekerasan. Saat ini masih pemeriksaan."

"Anaknya masih dalam pemeriksaann juga. Masih kita pegang kaki, ia rasa sakit. Bisa saja sebelum itu ada juga," pungkasnya.

Penulis: Raras Cahyaning Hapsari
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved