Berita Malang Hari Ini

Kota Malang Punya 285 PNS Baru, Wali Kota Malang Ujicoba Absensi dengan Wajah Tersenyum

SK pengangkatan PNS baru terbanyak dari formasi guru sebanyak 237 orang. Sisanya antara lain dari tenaga teknis dan kesehatan.

SURYAMALANG.COM/Sylvianita Widyawati
Walikota, Wawali, Sekda, Kepala BKD dan Kepala Disdikbud Kota Malang berfoto bersama PNS baru formasi 2018 yang menerima SK PNS di Student Centre SMKN 2, Jumat (21/2/2020). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Pemkot Malang menyerahkan SK pengangkatan PNS formasi 2018 di Student Centre SMKN 2, Jumat (21/2/2020) pada 285 orang.

Terbanyak dari formasi guru sebanyak 237 orang. Sisanya antara lain dari tenaga teknis dan kesehatan.

Nurika dan Nafis, dua guru agama di SDN merasa senang mendapatkan SK PNS itu. 

Ketakutan BCL 3 Bulan Sebelum Ashraf Meninggal, Jadi Kenyataan Saat Mendapati Suami Kaku di Ranjang

Perubahan Drastis Lucinta Luna Pasca 10 Hari Dipenjara, Pacar Abash Diprediksi Tumbuh Kumis & Brewok

Agenda Arema FC Jelang Liga 1 2020, Meet & Greet Jonathan Bauman dan Laga Uji Coba Barito Putera

"Ya senang sekali saya karena perjuangannya. Awalnya saya juga GTT dulu selama setahun. Kemudian ikut tes CPNS. Dapat SK ini menjadi awal langkah saya sebagai abdi negara," jelas Nurika yang bertugas sebagai guru agama di SDN Arjosari 2 pada suryamalang.com.

Dijelaskan, ia setahun jadi GTT (Guru Tidak Tetap) di SDN Ardimulyo 1 Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang.

"Jadi guru sekarang itu beda dengan dulu. Apalagi sekarang milenial sudah mengenal pengetahuan dan teknologi. Selain itu juga ASN juga dituntut lebih terbuka dan memberikan pelayanan nyata pada masyarakat," kata Nurika.

Tantangan guru juga harus kreatif dan inovatif dalam memberi pelajaran. "Anak-anak kalau hanya dari buku saja cepat bosan," kata dia.

Sementara Nafis adalah guru PNS yang bertugas di SDN Purwantoro 4 sebagai guru agama.

Walikota Malang, Sutiaji mengingatkan soal kedisiplinan bagi PNS. Salah satu rencananya adalah masalah presentasi/kehadiran ASN yaitu dengan model absen lewat wajah.

"Nanti diujicoba dulu di sekretariat daerah (setda). Sekarang finger print sudah ketinggalan zaman karena bisa diakali," kata wali kota.

Namun dengan absensi wajah dengan senyum, maka diyakini tidak akan bisa disiasati. Absensi akan dilakukam satu jam sekali sehingga bisa memgetahui posisinya dan sedang mengerjakan apa.

Bagaimana jika tugas luar? Juga tetap bisa dilakukan namun harus didukung kesiapan fiber optiknya.

Saat memberi wejangan ke PNS baru, Sutiaji juga minta PNS mempelajari peraturan terkait ASN.

"Bagi guru PNS juga harus mempelajari Permendikbud," kata wali kota

Karena yang diangkat formasi baru ini relatif masih muda, wali kota yakin mereka lebih tangkas dan dinamis menghadapi tantangan saat ini sebagai ASN.

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved