Selasa, 28 April 2026

Berita Malang Hari Ini

UIN Maliki Malang Akan Berikan Gelar Doktor (HC) ke Sekjen Rabithah Al-Alam Al Islamy

UIN Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang akan memberikan gelar Doktor Honoris Causa (HC) kepada Sekjen Rabithah Al-Alam Al Islamy

SURYAMALANG.COM/Sylvianita Widyawati
Prof Dr Zainuddin, Wakil Rektor 1 UIN Maliki Malang 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - UIN Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang akan memberikan gelar Doktor Honoris Causa (HC) kepada Sekjen Rabithah Al-Alam Al Islamy, D4 Muhammad Bin Abdul Karim Al Issa pada Selasa (25/2/2020).

Gelar kehormatan itu di bidang Sejarah Peradaban Islam.

"Insya Allah kami akan memberikan gelar itu dan akan didirikan rumah modernisasi Islam," jelas Prof Dr Zainuddin, Wakil Rektor I UIN Maliki pada SURYAMALANG.COM, Minggu (23/2/2020).

Konsep rumah modernisasi seperti lab. Yaitu menjadi bagian dari memperkokoh NKRI. Supaya jadi negara yang moderat demokratis dan bisa mengayomi semua pihak. Sebab Indonensia sangat beragam dari baik suku dan agama.

Secara umum, tujuan pemberian gelar ini pada sekjen tersebut adalah untuk memberikan apresiasi dan penghargaan atas jasanya dalam mengembangkan Islam moderat.

Sehingga dapat mengayomi semua golongan dan menciptakan perdamaian bagi masa depan dunia global.

Pemberian gelar ini akan diselenggarakan lewat rapat terbuka senat universitas di lantai 5 gedung rektorat. Sekjen RAI akan menyampaikan orasinya dengan topik: Menebar Islam Moderat, Menangkal Ekstremisme dan Terorisme.

Rencana hadir menyertai kedatangan Sekjen adalah Dubes Arab untuk Indonesia, Menteri Agama RI, utusan khusus presiden untuk Timur Tengah, Wamenlu, Wantimpres, Alwi Shihab dll.

Sekjen ini dikenal sebagai ulama’ moderat yang selalu menyerukan persaudaraan muslim (ukhuwwah Islamiyah) dan perdamaian dunia di berbagai belahan dunia.

Sedangkan alasan khusus pemberian gelar ini adalah mempererat UIN Malang dengan universitas dan rumah sakit di Arab Saudi.

Selain itu juga diharapkan UIN yang saat ini sedang merintis menjadi World Class University dan mendapat pengakuan (recognition) di dunia internasional.

Tentang topik pidato tentang Islam moderat, karena di beberapa belahan dunia telah terjadi konflik yang sudah pada taraf memprihatinkan. Baik konflik antaragama, antaraliran, suku, ras dll, terutama di negara-negara Islam Timur Tengah.

Gerakan ekstremisme dan terorisme yang dikomando oleh Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) sudah sedemikian massif dan membahayakan dunia.

Agama moderat yang menjadi rahmat untuk seluruh jagat raya ini, tidak hanya untuk umat manusia yang berbeda agama, etnis, dan warna kulit, tetapi juga makhluk lain.

Term Islam for all (rahmatan lil ‘alamin) adalah term atau bahasa pilihan Al Quran yang sangat tepat untuk mengembangkan tata aturan main kehidupan berbangsa dan bernegara dalam dunia global saat ini.

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved