Tekno

Cara Menghasilkan Uang dari Tik Tok, 5 Hal Ini Bisa Dilakukan, Dari Live Streaming hingga ke Youtube

Cara menghasilkan uang dari Tik Tok, 5 hal ini bisa dilakukan, dari live streaming hingga ke Youtube.

SURYAMALANG.COM/kolase searchenginejournal.com/Tangkapan layar Google Play/Twitch.tv/YouTube
Cara Menghasilkan uang dari Tik Tok 

5. Gunakan YouTube

Gunakan YouTube
Gunakan YouTube (YouTube)

Sampai sekarang, TikTok tidak memiliki sistem pendapatan iklan.

Jika kamu menggunakan YouTube dan Twitch dan terbiasa mendapatkan AdSense.

Sayangnya TikTok belum memiliki iklan di platform mereka.

Dikutip dari The Verge, mereka sedang berusaha mengimplementasikannya.

Sehingga akan ada kemungkinan TikTokers bisa mendapatkan uang dari iklan di saluran mereka.

Untuk saat ini TikTokers yang memiliki akun YouTube bisa mempromosikan channel mereka lewat video singkat.

Para TikTokers bisa menggiring para penggemarnya ke channel YouTube masing-masing.

Sekilas Tentang Tik Tok 

Bagi anda yang belum familiar dengan Tik Tok, aplikasi ini  memungkinkan penggunanya untuk merekam, mengedit dan berbagi video.

Tik Tok belakangan tengah digandrungi oleh masyarakat Indonesia.

Tak hanya diminati oleh kaum milenial, namun juga mereka yang sudah berumur.

Kepopuleran TikTok juga membuat aktris dan aktor Tanah Air turut mencoba aplikasi tersebut.

Video yang diunggah pada TikTok berdurasi 15 atau 60 detik.

Aplikasi ini juga dilengkapi dengan overlay musik, suara dan efek visual.

TikTok mirip dengan aplikasi Snapchat dan fitur Insta Story yang ada pada Instagram.

Hingga kini, aplikasi ini telah unduh oleh lebih dari 4,9 juta pengguna melalui Google Play.

Tak sedikit video yang viral setelah diunggah melalui aplikasi TikTok.

Dikutip dari The Verge, sulit bagi TikTok untuk bisa memonetisasi lewat aplikasi ini.

Salah satu alasannya adalah karena video pada TikTok tidak lebih dari 60 detik.

Sementara itu memasukkan iklan akan merusak pengalaman yang bisa didapatkan lewat aplikasi ini.

Namun perusahaan TikTok tetap mencoba mengeksplorasi berbagai peluang yang ada.

"TikTok tengah mengeksplorasi berbagai peluang untuk menciptakan nilai bagi mitra dan merek kami."

"Namun tetap fokus dengan menciptakan pengalaman hebat bagi komunitasnya," ujar perwakilan TikTok dilansir The Verge.

Meski begitu, para TikToker berhasil memonetisasi konten mereka dengan berbagai cara.

Konten Untuk Lucu-lucuan Tapi Viral 

Selama tahun 2019 ada beberapa gerakan tarian yang viral di Tiktok, salah satunya lagu “Salah Apa Aku” yang lagunya bisa sampai terbawa mimpi saking seringnya diputar di mana-mana.

Meski banyak yang menganggap membuat video TikTok adalah kegiatan buang-buang waktu dan “receh” tetapi nyatanya banyak orang tergila-gila dengan aplikasi video sharing asal China ini.

Hingga November 2019, TikTok telah diunduh 1.5 miliar kali. Dengan lebih dari 700 juta pengguna aktif harian menjadikan Tiktok sebagai fenomena budaya remaja secara global, setara dengan YouTube dan Instagram.

Di Indonesia, TikTok menempati urutan keenam aplikasi yang paling banyak diunduh di App Store dan Play Store.

Setiap hari, pengguna di Indonesia menghabiskan waktu sekitar 39 menit dengan lebih dari 100 video yang ditonton. Konten yang paling diminati yakni komedi, vlog, dan kecantikan.

Dibandingkan dengan media sosial lainnya, TikTok dianggap sangat dekat dengan tingkah laku anak muda.

Menurut profesor ilmu komunikasi dari Universitas Columbia, Joana Literat, TikTok merupakan gabungan dari banyak fitur media sosial.

“Aplikasi ini dapat membuat video pendek secara berulang sekaligus dapat dibagikan ke pengguna lain. Selain itu, Tiktok dapat menuangkan aspirasi Anda menjadi influencer terkenal layaknya di Instagram atau YouTube. TikTok juga memanfaatkan jaringan pertemanan seperti yang ada di Snapchat," jelas Literat.

Ia mengatakan, tidak semua video TikTok konyol. Tak sedikit yang menggunakan platform ini untuk mengekspresikan pilihan politiknya.

“TikTok dapat menjadi tempat mengekpresikan diri, menjalin hubungan sosial dengan yang lain, dan bahkan bisa digunakan untuk membahas politik yang bermakna,” katanya seperti dikutip dari csmonitor.

Beberapa video viral di TikTok memang dibuat berkelompok. Ada yang satu keluarga, geng sahabat, atau kakek dengan cucunya seperti video Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla dengan cucunya. Mereka bergembira dan bersenang-senang membuat video lucu.

Amanda, pelajar asal SMAN 1 Bumiayu, Jawa Tengah, mengaku menggemari aplikasi ini untuk menghibur diri.

“Aku suka main Tiktok karena Tiktok seru. Jadi, hiburan untuk diri sendiri gitu setelah pusing sama pelajaran di sekolah,” katanya.

Kontroversi

Karena video di TikTok besar kemungkinannya menjadi viral, maka pengguna juga harus berhati-hati dalam mengunggah konten.

Pada Juli 2018, Kementerian Komunikasi dan Informatika RI memblokir aplikasi ini selama satu pekan. Penyebabnya, aplikasi itu memuat konten pornografi, pelecehan agama, dan beberapa pelanggaran lainnya.

Sementara itu, di bulan Desember 2019, TikTok membuat kebijakan membatasi penggunaan video dari anggota komunitas LGBTQ, orang-orang cacat, orang-orang dengan kondisi neurodiverse, dan orang yang memiliki berat badan lebih.

Perusahaan mengatakan, aturan ini dibuat untuk melindungi pengguna yang rentan terkena cyberbullying.

Penulis: Sarah Elnyora
Editor: eko darmoko
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved