Breaking News:

Curhat Ayah Korban Susur Sungai SMPN 1 Turi Punya Anak Di saat Tua: Satu Aja Itu Lama Sekali

Beginilah cerita pilu ayah korban susur sungai SMPN 1 Turi yang terjadi belum lama ini, menangis hingga minta maaf di pusara sang putri.

Penulis: Raras Cahyaning Hapsari | Editor: Adrianus Adhi
TribunJogja/ Ivan
curhatan ayah korban susur sungai smpn 1 turi 

Hal tersebut terjadi lantaran dagangannya tengah sepi pembeli.

Kini niatnya, Suraji ingin membelikan hadiah yang diidam-idamkan Yasinta Bunga itu.

“Pas ulang tahun kemarin, Saya belum bisa kasih hadiah, ya dia tanya. Bapak nggak ngasih hadiah ulang tahun?”, ujarnya menirukan anaknya.

“Sekarang belum, nanti ya, jualan baru sepi”. Kenangnya lagi.

“Rencananya besok mau saya ajak beli sepatu untuk hadiah ulang tahun kemarin,” katanya.

5. Meminta Maaf di Pusara

meminta maaf di depan pusara
meminta maaf di depan pusara (Tribun Jogja/ Irwan)

Suraji tampak berusaha tegar ketika menurunkan jenazah sang anak ke dalam liang kubur.

Ia berdiri beberapa langkah dari liang lahat yang ditutup tanah kembali.

Suraji memanjatkan doa seraya dikuatkan oleh beberapa rekannya.

Saat tanah telah mengubur jasad Yasinta dengan bunga yang ditabur di atasnya, Suraji berjongkok seraya memandangi pusara sang anak.

"Dek, maafin bapak ya," ucap lirih Suraji.

Satu tangannya terlihat mengelus-elus tanah di pusara sang anak sedangkan seorang pria di belakangnya berusaha menguatkan.

6. Sosok Yasinta Semasa Hidup

Semasa hidupnya, Yasinta dikenal sebagai sosok yang berprestasi.

Bahkan Yasinta diketahui cukup fasih membaca ayat-ayat suci Alquran.

Tak heran jika pasangan Suraji dan Hesti merasa kehilangan ketika buah hatinya harus meninggal dunia di usia yang masih sangat muda.

Menurut Ketua RW 27 Dadapan, Imam Muharor saat ini warga berusaha menghibur keluarga yang ditinggalkan.

"Kami (warga) berusaha menghibur orangtuanya, membesarkan hatinya selama proses pencarian kemarin," ucap, Imam Muharor.

Diketahui Yasinta sempat hilang selama 38 jam hingga akhirnya ditemukan oleh tim SAR gabungan dalam kondisi tak bernyawa.

Pencarian Korban Ditutup

Seluruh korban tragedi susur sungai SMPN 1 Turi Sleman telah ditemukan.

Dua korban terakhir atas nama Yasinta Bunga dan Zahra Imelda telah ditemukan pada Minggu (23/2/2020) pagi.

Diketahui, tim gabungan melakukan pencarian mulai pukul 05.00 WIB.

Korban pertama ditemukan sekitar pukul 05.00 WIB, sedangkan korban kedua ditemukan pukul 07.15 WIB.

"Posisi kedua jenazah sama waktu ditemukan, kemungkinan awalnya ndelik (sembunyi) di balik fondasi DAM," ucap personel SAR MTA Yogyakarta, Gandung Kusmardana saat ditemui di posko utama di Lembah Sempor.

Keduanya dibawa ke RS Bhayangkara Yogyakarta untuk identifikasi.

Dengan demikian seluruh korban insiden ini telah ditemukan.

Operasi SAR Gabungan yang melibatkan tim SAR, BPBD dan relawan pun dinyatakan resmi ditutup pada hari, Minggu (23/2/2020).

"Anggota yang dikerahkan mencapai 249 orang dengan beberapa pembagian tim,"kata Ketua Barsarnas Yogyakarta, Wahyu Efendi.

Total korban yang dinyatakan meninggal dunia dalam tragedi susur sungai SMPN 1 Turi ini mencapai sepuluh orang.

Beberapa di antaranya telah diambil pihak keluarga dan juga telah dimakamkan.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved