Berita Malang Hari Ini

Wali Kota Malang, Sutiaji Perbolehkan Kolega ASN Ikut Tender Asal Sesuai Ketentuan

Kolega ASN bisa mengikuti tender asal sesuai dengan ketentuan.Pasalnya, hingga kini belum ada aturan yang melarang kolega ASN untuk mengikuti tender

SURYAMALANG.COM/Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah
Wali Kota Malang, Sutiaji saat menghadiri "Workshop Pengadaan Non-Tender dan Pencatatan Non-Tender/Swakelola melalui Aplikasi SPSE 4.3" di Hotel Aria pada Selasa (25/2/2020). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Wali Kota Malang, Sutiaji memperbolehkan kolega ASN untuk mengikuti tender asal sesuai dengan ketentuan.

Pasalnya, hingga kini belum ada aturan yang melarang kolega ASN untuk mengikuti tender tersebut.

Sutiaji menyampaikan, sebagai warga negara, siapapun bebas untuk mengikuti lelang.

Ahmad Dhani Ungkap Rahasia di Balik Lirik Lagu Cinta kan Membawamu Kembali, Maia: Puas Kalian? Puas?

Arema FC Putri Ingin Kembali Berjodoh Dengan Jasmine Waynie Dan Sheva Imut Di Liga 1 Putri 2020

Nia Ramadhani Kebangetan, Baru Sadar Hamil Anak Kedua Saat Usia Kandungan 5 Bulan, Mertua jadi Heran

Hal tersebut disampaikan Sutiaji ketika menghadiri "Workshop Pengadaan Non-Tender dan Pencatatan Non-Tender/Swakelola melalui Aplikasi SPSE 4.3" di Hotel Aria pada Selasa (25/2/2020).

"Asal hasilnya bagus dan jelas, boleh saja. Asal jangan main mata. Kalau ikut tender silahkan. Namun ini bukan prioritas," ucapnya.

Dia menjelaskan, dalam pelaksanaan proyek lelang harus dilakukan dengan tertib administrasi.

Pasalnya seringkali ketika ada permasalahan dan menjadi temuan BPK adalah ketikdaktertibkan administrasi.

Selain itu, para tender juga diwajibkan menggunakan aplikasi Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) versi 4.3 yang langsung terkoneksi dengan LKPP.

Apalagi, dengan aplikasi SPSE 4.3 semua persyaratan dan tata kelola pendataan dilakukan secara transparan.

"Semua yang mengikuti proses tender, harus sesuai. Artinya, kita tidak menutup semua, monggo (yang mau ikut tender), dengan catatan jangan saudaranya (Kolega ASN) malah malah ngerusak aturan. Makannya SPSE 4.3 ini harus diikuti," jelasnya.

Sutiaji optimis, melalui aplikasi SPSE 4.3 ini, kecurangan dan lain sebagainya dapat diminimalisir.

Karena prosesnya berjalan lebih transparan dan lebih terbuka.

Penggunaan aplikasi SPSE 4.3 juga sebagai cara untuk meminimalisir bentuk KKN (Korupsi, Kolusi, Nepotisme) dalam pengadaan lelang barang dan jasa.

"Lebih efisiensi dalam pembuatan data untuk pengadaan barang dan jasa. Sekaligus memberikan kesempatan bagi pengusaha, pemborong dan lainnya dalam memanfaatkan SIKAP (Sistem Informasi Kinerja Penyedia)," tandasnya.

Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved