Breaking News:

Tekno

6 Syarat Ikut Program Digitarasa GoFood Bagi UMKM, Punya Kesempatan Dimodali, Ini Kata Chef Arnold

6 Syarat ikut program digitarasa Gofood bagi UMKM, punya kesempatan dimodali, ini kata Chef Arnold.

Penulis: Sarah Elnyora | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM/kolase instagram @gojekindonesia/nextren
Digitarasa GoFood 

SURYAMALANG.COM - Ada 6 syarat untuk ikut program digitarasa Gofood bagi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). 

Program digitarasa adalah tempat untuk para UMKM belajar tentang bisnis di bidang kuliner bahkan memiliki kesempatan untuk dimodali. 

Chef Arnold Poernomo sebagai CEO Digitarasa mengungkap, program ini adalah kesempatan emas bagi UMKM

Chef Arnold Poernomo tidak sendiri, Gofood bersama Digitaraya juga dibentuk oleh Edward Tirtanata CEO dan Co-Founder Kopi Kenangan. 

Chef Arnold beritahu syarat UMKM kuliner yang bisa bergabung dengan program Digitarasa.
Chef Arnold beritahu syarat UMKM kuliner yang bisa bergabung dengan program Digitarasa. (Zihan Fajrin/nextren )

Tidak hanya belajar, Digitarasa juga memiliki misi lainnya yaitu membuka jalur distribusi baru yang berguna untuk merchant mendapat jaringan dari partner Digitarasa dan memberikan akses pada permodalan.

Akses permodalan pada Digitarasa diketahui akan diberikan jika ada yang berinvestasi kepada salah satu perusahaan Food and Beverages.

Bagi para UMKM yang ingin bergabung dengan program bisnis kuliner ini harus mengikuti beberapa syarat terlebih dahulu.

Daftar 4 Fitur Baru GoFood, Pesan Makanan Lebih Cepat, Ada GoFood Pickup & Turbo, Ini Kelebihannya
Ilustrasi GoFood, Pesan Makanan Lebih Cepat, Ada GoFood Pickup & Turbo, Ini Kelebihannya (SURYAMALANG.COM/kolase Shutterstock/Tribunnews)

Syarat tersebut terdiri dari enam hal yang menurut Digitarasa disebut sebagai perusahaan yang berpotensi tinggi, berikut ulasannya:

1. UMKM tersebut memiliki produk yang siap jual ke konsumen.

2. UMKM tersebut merupakan bisnis mandiri, bukan bisnis franchise.

3. UMKM tersebut harus terbuka dengan pemanfaatan teknologi.

4. UMKM harus memiliki kemasan yang praktis dan mudah dikirim.

Untuk menu yang ditawarkan dikatakan tidak terbatas, pada menu seperti hidangan utama, snack dan dessert.

5. Terakhir UMKM tidak bergerak pada bisnis kopi dan alkohol.

Arnold menjelaskan alasannya, untuk Alkohol pastinya memiliki aturan larangannya sendiri dan untuk kopi sudah terlalu hype atau populer.

"Justru yang kita cari ialah what's the next after kopi," ujar Arnold kepada media di Jakarta Pusat, Senin (24/2).

6. Untuk syarat lainnya Arnold menjelaskan kalau bisa UMKM sudah berjalan selama 4 tahun dan memiliki lima toko.

"Minimal UMKM sudah memiliki lima toko atau kurang dan memiliki visi dan misi yang jelas bukan sekedar konsep untuk mengikuti program ini," jelas Arnold.

Program Digitarasa ini pun sudah memulai pendaftaran batch pertamanya dari kemarin, sampai 6 Maret nanti.

Pihak Gofood pun mengklaim UMKM yang sudah bergabung dalam program sekitar 500 perusahaan.

Batch pertama ini pun terdapat empat fase yang pertama pendaftaran, seleksi startup pada tanggal 10 Maret, kickoff dan bootcamp pada tanggal 16 sampai 20 Maret, dan festival di awal bulan Juli yaitu tanggal 2 dan 3.

Gofood Akan Gabung dengan Grab?

Terlepas dari program Digitarasa Gofood, kabarnya Grab dan Gojek dilaporkan tengah melakukan pembicaraan untuk melakukan penggabungan usaha alias merger.

Kabar tersebut dilaporkan oleh media The Information.

Laporan tersebut juga mengatakan bahwa kedua perusahaan telah menjalin komunikasi selama beberapa tahun terakhir, dan mulai serius membahas soal merger dalam beberapa bulan belakangan.

Ilustrasi grab
Ilustrasi grab (SURYAMALANG.COM/kolase screen twitter/Dok grab)

Laporan lebih lanjut mengatakan bahwa Presiden Grab, Ming Maa, dan CEO Gojek, Andre Soelistyo, telah melakukan pertemuan pada awal bulan ini untuk membicarakan rencana merger tersebut.

Dari laporan The Information, pihak Gojek disebut menginginkan pembagian imbang 50:50 jika merger tersebut memang benar-benar dilakukan.

Grab pun konon telah menginformasikan permintaan ini pada investor utamanya.

Untuk memuluskan jalan merger, seorang sumber mengatakan bahwa Grab dan Gojek kemungkinan akan menghentikan perang tarif ojek dan jasa pengiriman makanan masing-masing.

Bisa terganjal peraturan anti-monopoli

Ilustrasi logo baru Gojek
Ilustrasi logo baru Gojek (Ist/Kontan.co.id)

Kesepakatan merger kedua perusahaan tampaknya belum akan terjadi dalam waktu dekat.

Sebab, proses penggabungan dua perusahaan kemungkinan akan terganjal peraturan persaingan usaha yang melarang praktik monopoli.

Hal serupa juga pernah terjadi ketika Grab mengakuisisi Uber pada 2018 lalu.

Kala itu, kesepakatan Grab dan Uber ditengarai melanggar Undang-undang Persaingan Usaha di Singapura.

Setidaknya begitu menurut analisa sementara Competition Commission of Singapore (CCS), sebagai lembaga yang berwenang.

Salah satu dampak monopoli adalah perusahaan bisa menentukan harga seenaknya karena tidak ada kompetitor di pasaran.

Unicorn Gojek
Unicorn Gojek (suryamalang/ tribun)

Pihak Gojek mengeluarkan tanggapan dengan menepis kabar merger dengan Grab.

"Tidak ada rencana untuk merger, dan laporan media tentang pembicaraan ini tidak benar," ungkap seorang juru bicara Gojek, dirangkum KompasTekno dari DealstreetAsia, Selasa (25/2/2020).

Kedua perusahaan ride hailing tersebut saat ini telah menyandang status "decacorn" dengan nilai valuasi lebih dari 10 miliar dollar AS.

Baik Gojek maupun Grab sama-sama mendapat gelontoran dana segar dari sejumlah investor besar.

Namun hanya Visa saja yang menjejakkan kaki sebagai investor di kedua perusahaan tersebut.

Go-Jek
Go-Jek (go-jek.com)

Gojek sendiri kini telah mengumpulkan investasi lebih dari 3 miliar dollar AS dalam 12 putaran.

Sementara Grab, pada 2018 lalu disebut berhasil meraup pendapatan sebesar 1,1 miliar dollar AS dan pada 2019 penghasilan Grab diperkirakan mencapai 2,3 dollar AS.

Jika dihitung di atas kertas, merger antara Grab dan Gojek ini bisa bisa menghasilkan omzet hingga US$ 16,7 miliar (sekitar Rp 240 triliun) setahun.

Sementara valuasi perusahaan gabungan itu akan bernilai hingga US$ 72 miliar (Rp 1.000 triliun) di 2025.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved