Jumat, 8 Mei 2026

Berita Malang Hari Ini

Menkes Terawan: Asimetris Informasi Sebabkan Efiensi Anggaran

Menkes Letjen (Pur) Dr dr Terawan Agus Putranto Sp Raf (K) mengisi kuliah tamu di Universitas Brawijaya Malang

Tayang:
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Zainuddin
KOMPAS.com/RAKHMAT NUR HAKIM
Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Menkes Letjen (Pur) Dr dr Terawan Agus Putranto Sp Raf (K) mengisi kuliah tamu di Universitas Brawijaya Malang, Jumat (28/2/2020) dengan tema ‘Ketahanan Kesehatan Nasional’.

Dikatakan kesehatan nasional itu pilar bangsa.

“Sehingga harus hati-hati pada asimetris informasi terkait kesehatan karena berdampak pada anggaran yang tidak efisien,” jelas Terawan saat kuliah tamu di Gedung Widyaloka.

Akibatnya adalah terjadi pembuatan keputusan yang tidak tepat yang terjadi di sekitar kita. Ini yang harus diwaspadai.

Seperti berita-berita yang beredar di luar tentang 18 WNI dianggap sudah kena Corona sehingga tidak bisa masuk negara lain.

“Padahal kapan memeriksanya? Dilogika saja. Narasi-narasi seperti itu justru malah melemahkan negara Indonesia sendiri,” katanya.

Maka jangan sampai pemegang keputusan membuat salah.

“Misalkan untuk mencegah itu harus membeli masker. Bayangkan 10 hari sudah berapa triliun kalau semua pakai masker. Sebab jumlah penduduk Indonesia lebih dari 200 juta.”

“Kalau pakai masker semua, saya saat kuliah tamu maka suaranya juga aneh. Mantenan semua pakai masker gak jelas mana tamu dan mantennya. Gak elok dilihatnya,” jelas Terawan.

Belum lagi limbah masker. Ia menyatakan sudah konfirmasi ke WHO bahwa yang sakit saja yang mengenakan masker.

Pencegahan yang baik adalah cuci tangan dan meningkatkan imunitas tubuh kita, termasuk dari cara berpikirnya.

Jika berpikir positif, maka akan berdampak baik,ditambah olahraga, berdoa.

“Menghadapi perang besar itu perlu rencana yang efisien,” tandasnya.

Sedang kesiapan Indonesia menghadapi acaman penyakit, dijelaskan sudah ada tools dari WHO yang dijalakan Indonesia.

Kalau tidak ada toolsnya, pakai apa? Ini seperti akreditasi. Maka ada skenarionya.

“Selain itu perlu kepercayaan pada pemerintah. Begitu juga civitas akademi. Jangan sampai memiliki keraguan,” ujarnya.

Tujuannya simpel.

“Biar anak saya tetap sekolah, istri tetap ke pasar. Bayangkan kalau sudah lock down,” tutur Terawan.

Ia mencontohkan kasus di Spanyol dimana hanya ada satu orang sakit atau terdeteksi, maka 1000 orang tidak bisa keluar.

Sehingga saat menghadapi masalah, perlu keputusan rasional dan kejujuran.

Jangan sampai emosi pengetahuan menggebu-gebu. Terawan juga menyatakan 132 KKP buka 24 jam siaga di udara, darat dan laut.

Disebutnya, ada lima penyakit yang harus diwaspadai yaitu demam berdarah, angkrak, difteri, pertusis, sekarang Covid 19.

Selain mengisi kuliah tamu, Terawan juga mengadakan kunjungan ke RS UB, RS UMM yang sedang ada kegiatan dengan istri-istri menteri. Dengan UB juga dilakukan kerjasama antara Kemenkes.

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved