Breaking News:

Kabar Kediri

Tak Hanya Pesta Miras, Satpol PP Temukan Pasangan Bukan Suami Istri yang Mengunci Diri dalam Kamar

Tak Hanya Pesta Miras, Satpol PP Temukan Pasangan Bukan Suami Istri yang Mengunci Diri dalam Kamar Kota Kediri

Penulis: Didik Mashudi | Editor: eko darmoko
IST
Ilustrasi 

Sedangkan yang tidak dapat mendatangkan keluarganya karena berjauhan ada yang menjaminkan KTP miliknya untuk kemudian diambil bersama keluarganya.

Selain mengamankan pasangan bukan suami istri, penanggung jawab rumah kos Tm akan dipanggil ke Kantor Satpol PP Kota Kediri.

Karena ada indikasi dan unsur penyewaan rumah kos dengan durasi jam - jaman atau sewa harian.

"Dari keterangan pasangan yang diamankan ada yang mengaku menyewa harian dan jam-jaman yang rawan disalahgunakan untuk tindak asusila," jelasnya.

Ilustrasi
Ilustrasi (IST)

2 Cewek SMP Masuk Perangkap di Kamar Kos

Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskrim Polres Jombang meringkus dua pemuda kakak-adik, Wahyu Setiawan Cahyanto (21) dan ABS (18), setelah dilaporkan menyetubuhi dua cewek di bawah umur.

Dua saudara kandung, warga Desa Jarak Kecamatan Wonosalam itu memperkosa dua cewek di bawah umur, yang masih berstatus Siswi SMP di Kecamatan Ngoro. Sebut saja keduanya bernama Mawar dan Melati.

Kapolres Jombang AKBP Boby Pa'ludin Tambunan mengatakan, kasus ini terjadi pada 6 Februari 2020 lalu.

Bermula saat Mawar berkenalan dengan ABS melalui jejaring media sosial (medsos) Facebook.

Setelah saling kenal di dunia maya ini, keduanya sepakat bertemu di Alun-Alun Kota Jombang.

Mawar datang tak sendiri, melainkan bersama temannya, Melati.

Setelah bertemu di alun-alun, tersangka mengajak kedua korban ke rumah kosnya, Desa Tambakrejo, Kecamatan Jombang Kota.

Di kamar kos tersangka itulah muncul niat busuk ABS.

Karena korbannya dua orang, ABS memanggil kakaknya, Wahyu untuk ikut datang ke rumah kosnya dan bergabung dalam rencana jahat ABS.

Selanjutnya, kedua pemuda kakak-beradik ini merayu dua cewek ingusan tersebut.

"Hingga akhirnya, kakak beradik bersama-sama melancarkan aksi bejat menggagahi kedua korban," ungkap Kapolres Jombang, AKBP Boby Pa'ludin Tambunan, saat rilis kasus ini, Rabu (12/2/2020).

Kasus persetubuhan anak di bawah umur ini akhirnya dilaporkan orang orang tua kedua korban ke polisi.

Setelah melakukan penyelidikan dan cukup bukti, kedua kakak beradik ini diringkus.

Atas perbuatanya, keduanya dijerat Undang-undang tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman hingga 15 tahun penjara.

"Pelaku akan dijerat dengan pasal 81 ayat (2) subside pasal 80 ayat (3) UU RI No 3 tahun 2014 perubahan atas UU RI No 23 tahun 2004, tentang perlindungan anak. Ancaman hukumannya 15 tahun penjara," pungkasnya.

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved