Jendela Dunia

Kebijakan Anti-mainstream Singapura Melawan Virus Corona, Gaji Presiden dan Pejabat Negara Dipangkas

Kebijakan Anti-mainstream Singapura Melawan Virus Corona, Gaji Presiden dan Pejabat Negara Dipangkas

SURYAMALANG.COM/Eko Darmoko
Patung Merlion di Singapura 

SURYAMALANG.COM, SINGAPURA - Serangan virus corona sanggup memporak-porandakan sejumlah negara di belahan dunia ini, termasuk Singapura yang letaknya berdekatan dengan Indonesia dan Malaysia.

Singapura, sebagai salah satu negara terdampak virus corona, pun sudah terlebih dahulu dihadapkan pada wabah virus dengan sebutan Covid-19 ini.

Dalam proses perang melawan wabah tersebut, pemerintah Singapura berani mengambil kebijakan anti-mainstream.

Pemerintah Singapura memangkas gaji presiden, menteri-menteri dalam kabinet, dan anggota parlemen sebesar satu bulan gaji.

Dikutip dari Quartz, hal itu dilakukan untuk menunjukkan solidaritas dengan warga negara Singapura lain.

Pengumuman tersebut dinyatakan kepada parlemen setempat oleh Deputi Perdana Menteri Heng Swee Keat yang juga menjabat sebagai Menteri Keuangan.

Dia pun menambahkan, seluruh pejabat publik yang berada dalam barisan terdepan penanganan virus corona bakal mendapatkan bonus khusus sebesar satu bulan gaji.

Bonus tersebut juga berlaku untuk pekerja medis dan beberapa pekerja lain yang terlibat secara langsung dalam proses penanganan virus.

Adapun beberapa jam setelah Singapura mengumumkan hal itu, Pemerintah Hong Kong melakukan pengumuman yang sama.

"Ini dilakukan dalam rangka menunjukkan bahwa pemerintah bersama-sama dengan publik dalam mengatasi masa-masa sulit ini," ujar Pemimpin Eksekutif Hong Kong Carrie Lam.

Halaman
1234
Editor: eko darmoko
Sumber: Info Komputer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved