Berita Malang Hari Ini
Dirjen PPR Resmikan Mahad MAN 2 dan Closing Pembiayaan Gedung Kedokteran UIN Maliki
Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Resiko Kementerian Keuangan RI Dr Luky Alfirman ST MA melakukan beberapa kegiatan di Malang
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Resiko Kementerian Keuangan RI Dr Luky Alfirman ST MA melakukan beberapa kegiatan di Malang, Kamis (5/3/2020).
Yaitu meresmikan mahad putra di MAN 2, mengunjungi gedung kuliah dan lab Prodi Pendidikan Dokter, Laboratorium Prodi Farmasi dan Profesi Apoteker kampus 3 UIN Maulana Malik Ibrahim. Ia juga mengisi acara seminar di FE Universitas Negeri Malang (UM).
Di MAN 2, Luky disambut meriah oleh para siswa dengan aktraksi. Saat di mahad, ia juga melihat ke dalam kamar siswa di lantai 1.
"Semoga kerasan ya di mahad," kata Luky pada siswa yang kamarnya dikunjunginya.
Dalam satu kamar ada tiga ranjang susun. Sehingga bisa dihuni enam orang. Selain itu juga ada meja belajar. Jogo, siswa kelas 10 menyatakan siswa MAN 2 akan tinggal di mahad selama tiga tahun.
"Saat masuk MAN 2 memang ada diberi opsi tinggal di mahad dan tidak. Saya pilih di mahad," jelas cowok asal Blitar ini. Ia tinggal bareng dengan kakak kelasnya, siswa kelas 12.
Ditambahkan Asidik, siswa kelas 12, di mahad ada yang satu kamar siswa kelas 12 semua dan ada yang dicampur dengan adik kelas.
"Tujuannya bisa membimbing karena adik kelas kan belum pernah tinggal di mahad," kata dia.
Jogo yakin tinggal di mahad tidak membosankan karena banyak kegiatan. Usai melihat kamar, Kepala MAN 2, Binti Maqsudah mengajak dirjen dan rombongan lewat pintu belakang yang terkoneksi dengan halaman sekolah.
Di mahad itu ada dihuni 100 orang. Sementara saat di kampus 3 UIN Malang, ia melakukan penandatangan prasasti dan closing pembiayaan.
Dijelaskan proyek Pembangunan gedung kuliah dan lab dibiayai melalui Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).
Adapun pembangunan Gedung Kuliah dan Laboratorium Prodi Farmasi dan Profesi Apoteker dilaksanakan pada 2018 dengan alokasi sebesar Rp 30,56 miliar.
Sedang pembiayaan SBSN untuk gedung perkuliahan di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) rutin dilakukan sejak 2015 dengan akumulasi nilai pembiayaan sampai dengan tahun 2019 mencapai Rp4,79 Triliun.
Total sebanyak 54 dari 57 PTKIN telah mendapatkan pembiayaan dari SBSN secara bergantian setiap tahun.
Dikatakan, pembiayaan proyek melalui SBSN merupakan sinergi kebijakan di antara Kementerian Keuangan, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, dan kementerian/lembaga. Sedang pembiayaannya lewat pasar keuangan dengan instrumen SBSN.
"Proyek ini dibangun dengan uang rakyat dan jangan lupa memeliharanya fasilitas dan sarananya," pesannya.
Sehingga terbangun budaya memelihara. Ini bisa dimulai dari hal-hal kecil. Misalnya menyediakan tempat sampah dan mengajak seluruh sivitas akademika untuk menjaga kebersihan.
"Intinya bisa mememlihara segala yang telah diberikan pemerintah kepada UIN Malang," tandasnya saat di UIN.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/dirjen-ppr-kemenkeu-ri-sedang-meninjau-kamar-di-mahad-putra-man-2-kota-malang.jpg)