Pasutri TKI Pasuruan Culik Anak Majikan

Pasutri TKI Pasuruan Bisa Lolos Bawa Anak Majikan dari Malaysia, Ternyata Manfaatkan Program Khusus

Pasutri TKI Pasuruan itu ternyata memanfaatkan program program amnesti atau pemutihan visa untuk membawa NW (2) ke Indonesia.

TribunJatim/Luhur pambudi
TKI asal Pasuruan Sholikin dan Anita saat menggendong NW (2) di Gedung Tri Brata Mapolda Jatim, Rabu (11/3/2020) 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Pasangan suami istri (Pasutri) Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Pasuruan bisa leluasa membawa pulang anak balita yang merupakan anak majikannya dari Malaysia.

Pasutri TKI itu, Sholikin dan Anita diduga menculik balita anak pasutri asal Selangor, Malaysia dan kini telah diamankan di Mapolda Jatim.

Lalu bagaimana caranya pasangan TKI ini bisa membawa pulang balita yang bukan anaknya keluar Malaysia?

Pasutri TKI Asal Pasuruan Bawa Kabur Anak Majikannya Warga Malaysia Selama 4 Bulan

Demi Membebaskan Ronaldinho dari Penjara, Lionel Messi Rela Rogoh Kocek Rp 64 Miliar

Mimpi yang Terwujud, Pengakuan Gitra Yuda Soal Arema yang Merekrutnya di Injury Time Bursa Transfer

Pasutri TKI Pasuruan itu ternyata memanfaatkan program program amnesti atau pemutihan visa untuk membawa NW (2) ke Indonesia.

Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan mengungkap cara kedua pasutri itu membawa kabur NW yang notabene bukan anak sah secara catatan sipil sebagai anak mereka, untuk dibawa ke Indonesia.

Kedua pasutri itu memanfaatkan program amnesti atau pemutihan TKI di Malaysia.

Melaui program tersebut mereka bisa mendaftarkan klaim bahwa NW merupakan anak sah mereka sehingga bisa membawanya pulang ke Indonesia.

"Mereka gunakan fasilitas program pemutihan, dianggap ini anaknya," katanya di Lobby Gedung Tri Brata Mapolda Jatim, Rabu (11/3/2020).

Sementara itu, Kapolres Pasuruan Kota AKBP Dony Alexander menerangkan, para pelaku terakhir kali berkomunikasi dengan kedua orangtua NW pada Desember 2019 silam.

Pihak orangtua kandung NW sempat bertanya kepada para pelaku mengapa membawa anak mereka pulang begitu lama untuk tinggal di Indonesia.

Halaman
12
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved