Breaking News:

Pasutri Bunuh Diri di Malang

Bunuh Diri Bareng di Malang, Pasutri Ini Minta Dikubur 1 Liang Lahat

Polisi tidak mengautopsi jenazah pasutri yang tewas bunuh di rumah Desa Petungsewu, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang.

SURYAMALANG.COM/Mohammad Erwin
Surat-surat wasiat yang ditemukan di saku JW (42) suami dari YI (38) yang ditemukan tewas bersamaan di rumahnya yang belokasi di Desa Petungrejo Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, Selasa (10/3/2020). 

SURYAMALANG.COM, KEPANJEN – Polisi tidak mengautopsi jenazah pasangan suami istri (pasutri) berinisial JW (42) dan YI (38) yang tewas bunuh di rumah Desa Petungsewu, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang.

Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar mengatakan anggota keluarga menolak autopsi terhadap dua jenazah korban bunuh diri tersebut.

“Keluarga korban sudah membuat surat pernyataan menolak autopsi untuk dua jenazah korban,” ujar Hendri kepada SURYAMALANG.COM, Kamis (12/3/2020).

“Saat ini kami masih menggali informasi tambahan di sekitar lokasi,” kata Hendri.

Hendri menjelaskan mayat korban ditemukan pertema kali oleh anaknya berinisial Y.

“Saat kami tiba, sudah banyak warga yang mengerumuni rumah duka.”

“Saat itu jenazah korban sudah berpindah dari lokasi semula,” tutur pria kelahiran Solok, Sumatera Barat itu.

Polisi menemukan surat wasiat di lokasi. Surat wasiat itu berisi korban mau mau diautopsi.

“Juga ada yang berisi permintaan agar dikuburkan satu liang lahat,” ujar Hendri.

Anak kandung korban berinisial Y sudah mengikhlaskan kepergian orang tuanya.

Makanya keluarga tidak autopsi terhadap dua jenazah korban.

Y menerangkan orang tuanya telah dikubur di pemakaman umum desa setempat pada Selasa (10/3/2020).

“Kami sudah ikhlas,” terang Y

Penulis: Mohammad Erwin
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved