Pasutri TKI Pasuruan Culik Anak Majikan

Kronologis Pasutri TKI Asal Pasuruan yang Diduga Lakukan Penculikan Anak Majikannya di Malaysia

Sebenarnya antara para pelaku dan pihak orangtua kandung NW terus menerus terjalin komunikasi.

TribunJatim/Luhur pambudi
TKI asal Pasuruan Sholikin dan Anita saat menggendong NW (2) di Gedung Tri Brata Mapolda Jatim, Rabu (11/3/2020) 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Kronologis dugaan penculikan anak balita dari warga Malaysia oleh Pasutri TKI asal Pasuruan diungkap Kapolres Pasuruan.

Terungkapnya kasus dugaan penculikan balita milik pasutri Selangor, Malaysia yang dilakukan pasangan suami istri (Pasutri) Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Pasuruan bermula dari laporan yang diterima Kepolisian Kerajaan Malaysia.

Kapolres Pasuruan Kota AKBP Dony Alexander menerangkan, pihak orangtua kandung dari balita perempuan berinisial NW (2) akhirnya membuat laporan kepolisian di negaranya karena anaknya dibawa kedua pelaku ke Indonesia.

Pasutri TKI Pasuruan Bisa Lolos Bawa Anak Majikan dari Malaysia, Ternyata Manfaatkan Program Khusus

Jenazah Alfa Isnaeni Tiba di Rumah Duka di Tulungagung, Keluarga Minta Prosesi Tertutup

Sebenarnya antara para pelaku dan pihak orangtua kandung NW terus menerus terjalin komunikasi.

Pihak orangtua kandung NW sempat bertanya kepada para pelaku mengapa membawa anak mereka pulang begitu lama untuk tinggal di Indonesia.

Para pelaku sempat menjawab upaya komunikasi dari pihak orangtua kandung NW.

"(Orangtua kandung) mengatakan 'anak saya dikemanakan'. Tapi dijawab dengan pasangan suami-istri ini (pelaku) 'makcik anak saya bawa di Indonesia'," katanya di Mapolda Jatim, Rabu (11/3/2020).

Tiba pada suatu ketika, para pelaku mulai pasif menanggapi upaya komunikasi dari orangtua kandung NW yang menginginkan anak balitanya itu kembali kepangkuan mereka.

"Orangtua kandung merasa keberatan awalnya, namun ke karena posisi pasutri ini sangat dikenal dengan keluarga korban, akhirnya bilang 'ya sudah tolong dipulangkan'," terangnya.

Bahkan belakangan diketahui jikalau nomor ponsel pihak orangtua kandung NW justru diblokir oleh pihak pelaku sehingga komunikasi diantara kedua belah pihak terganggu.

Halaman
12
Editor: Dyan Rekohadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved