Berita Malang Hari Ini Populer, Demo Tolak Omnibus Ricuh dan Pria Gantung Diri Karena Akan Dicerai
Berikut ini rangkuman berita Malang hari ini, Sabtu 14 Maret 2020 yang dihimpun oleh Suryamalang.
Penulis: Raras Cahyaning Hapsari | Editor: Adrianus Adhi
SURYAMALANG.COM - Berikut ini rangkuman berita Malang hari ini, Sabtu 14 Maret 2020 yang dihimpun oleh Suryamalang.
Ada kabar tentang demo tolak Omnibus di Malang dalam berita Malang terbaru hari ini.
Selain itu ada pula kabar tentang pria Gantung Diri Karena Akan Dicerai oleh istrinya.
Berikut rangkuman berita Malang populer hari ini selengkapnya.
1. Demo Tolak Omnibus Ricuh
Aksi demonstrasi mahasiswa berujung ricuh di Kota Malang, Jumat (13/3/2020).
Awalnya demonstran sekitar 100 orang demo di depan Gedung DPRD Kota Malang sekitar pukul 15.32 WIB.
Selain berorasi, para massa juga membakar ban bekas di depan pagar Gedung DPRD Kota Malang.
Massa menuntut pembatalan Omnibus Law dan meminta untuk menemui para anggota DPRD menyampaikan aspirasinya.
Aksi massa berlangsung dengan kawalan ketat anggota Polresta Malang Kota.
Ketua DPRD Kota Malang, I Made Rian Diana Kartika sempat menemui massa.
Made minta 10 orang perwakilan massa untuk menyampaikan aspirasinya.
Ternyata massa bersikukuh minta seluruh demonstran masuk ke dalam gedung.
Permintaan massa tidak dapat dituruti, dan akhirnya terjadi aksi saling dorong-mendorong antara polisi dan massa.
Akhirnya massa kembali menuju sekretariat di Jalan Basuki Rahmat, Kota Malang.
Ternyata massa anarkis dan sempat menggangu arus lalu lintas.
Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata mengimbau demonstran segera masuk ke dalam gedung dan membubarkan diri.
"Saya minta segera membubarkan diri. Kami sudah memberi cukup waktu untuk sampaikan aspirasi."
"Aksi anda sudah cukup mengganggu masyarakat dan pengguna jalan," kata Leo.
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Malang, I Made Rian Diana Kartika menyayangkan aksi demo tersebut.
"Kami telah menyediakan tempatnya dan meminta 10 perwakilan untuk masuk dan berdialog. Ternyata mereka tidak mau dan tetap minta semuanya masuk."
"Bagaimana caranya kami berdialog dengan mereka semua, karena hasilnya akan tidak maksimal," ujar Made.
Ia juga menjelaskan bahwa ranah tentang penolakan omnibus law bukan wewenang DPRD.
"Karena hal itu merupakan ranah dari DPR RI. Namun kita tetap siap menyampaikan aspirasi dan kajian mereka tentang penolakan omnibus law ke DPR RI."
"Tetapi ternyata mereka juga tetap tidak mau," jelasnya.
Dirinya juga menerangkan bahwa pihaknya siap saja menerima sebanyak 100 orang untuk berdialog bersama.
"Namun jangan lewat aksi massa. Ajukan surat perihal apa yang ingin disampaikan dan tentukan jadwalnya. Ayo bicara secara baik baik," terangnya.
2. Pria Gantung Diri Karena Istri Minta Cerai
Pria berinisial MP (39) tewas gantung diri di gubuk tengah sawah di Jalan Tenaga Baru VI Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Jumat (13/3/2020).
Mayat pemulung asal Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang ini ditemukan temannya, Joko Purwanto (46) sekitar pukul 11.30 WIB.
"Awalnya saya curiga karena korban tidak keluar. Padahal kalau agak siang, biasanya korban keluar dari gubuk dan berbincang dengan saya," ujar Joko kepada SURYAMALANG.COM.
Lalu Joko mendatangi gubuk milik korban.
"Saya lihat pintu gubuknya terkunci dari luar," jelasnya.
Karena penasaran, Joko memutari gubuk milik korban, dan melongok dari bagian belakang gubuk.
Joko kaget saat melihat korban sudah meninggal dalam kondisi tergantung di kayu penyangga atap gubuk.
"Akhirnya saya memanggil polisi agar dapat membuka pintu gubuknya dan mengevakuasi jenazah korban," tambahnya.
Joko tidak menyangka korban bunuh diri.
"Saya kurang tahu persis apa yang menyebabkan korban sampai gantung diri. Kemungkinan ada masalah keluarga."
"Korban sempat curhat kepada saya beberapa pekan lalu. Katanya, istrinya minta cerai," bebernya.
Sementara itu, Kapolsek Blimbing, Kompol Hery Widodo mengaku masih menyelidiki kasus ini.
"Saat ini masih dalam proses identifikasi," kata Widodo.
3. Pria Gadaikan Mobil Sewaan
Anggota Polsek Wonosari menangkap Juanda Yudi (51) yang diduga menggadaikan mobil sewaan seharga Rp 10 juta.
Kapolsek Wonosari, AKP Edi Purnama menerangkan sebenarnya tersangka dan korban sudah saling kenal.
"Mereka sudah berteman sejak lama," terang Edi kepada SURYAMALANG.COM, Jumat (13/3/2020).
Aksi penipuan penggelapan ini bermula saat tersangka mendatangi rumah korban di Desa Kebobang, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang.
Tersangka berniat menyewa mobil Toyota Avanza nopol N 1024 FB milik korban selama dua hari.
Tersangka mengaku sanggup membayar uang sewa sebesar Rp 250.000 per hari.
Karena sudah saling mengenal, korban menerima tawaran sewa itu.
Saat durasi sewa sudah habis, ternyata tersangka tidak segera mengembalikan mobil tersebut.
Lalu korban datang ke rumah tersangka di Desa Kebobang, Kecamatan Wonosari.
"Ternyata tersangka sudah menggadaikan mobil milik korban seharga Rp 10 juta," beber Edi.
Setelah melakukan penyelidikan, polisi berhasil menemukan mobil tersebut.
"Kami tangkap saat sedang di warung," tutur Edi.