Anggota DPR RI Ahmad Basarah Akan Bahas Temuan Situs Pendem dengan KemenPar & Kemendikbud

Basarah akan mengkomunikasikan temuan Situs Pendem kepada Kementerian Pariwisata dan Kementerian Pendidikan.

Penulis: Benni Indo | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Benni Indo
Anggota DPR RI Komisi 10 Ahmad Basarah saat meninjau Situs Pendem di Kota Batu, Minggu (15/3/2020). 

SURYAMALANG.COM, BATU – Anggota Komisi 10 DPR RI Ahmad Basarah meninjau Situs Pendem yang terletak di Desa Pendem, Kota Batu, Minggu ((15/3/2020).

Basarah akan mengkomunikasikan temuan Situs Pendem kepada Kementerian Pariwisata dan Kementerian Pendidikan.

Menurutnya, Situs Pendem erat kaitannya dengan pembangunan wisata yang berbasis nilai luhur budaya bangsa.

Pemkab Malang Baru Gelar Rapat Koordinasi Bahas Antisipasi Virus Corona di Hari Senin

Hidup BCL Makin Ramai Pasca Kepergian Suami, 3 Pria Sampai Mengaku Kembaran Ashraf dan Ingin Lamar

Dinas Pertanian Kota Batu Bentuk Tim Cepat Respon Opini Publik (CROP) Guna Edukasi Pertanian Organik

“Mitra kerja kami adalah Kementerian Pariwisata. Kenapa saya kunjungi situs ini? Karena erat kaitannya dengan pembangunan wisata yang berbasis nilai luhur budaya bangsa yang pernah hidup di era dulu,” terang Basarah, Minggu (15/3/2020).

Katanya, temuan situs itu akan melengkapi data otentik arkeologis bagaimana peradaban bangsa ini terbangun mulai Mataram Kuno, Majapahit, dan seterusnya.

Temuan Situs Pendem menjadi catatan penting yang tidak boleh dilupakan.

“Ini tidak boleh dilupakan bangsa sendiri. Dengan temuan situs bersejarah, membuktikan adanya kerajaan masa lalu adalah bagian dari proses tumbuhnya peradaban bangsa Indonesia. Saya akan komunikasikan dengan Kementerian Pariwisata dan Kementerian Pendidikan untuk bagian dari pengembangan pariwisata bangsa Indonesia dan bidang pendidikan untuk melengkapi sejarah peradaban kita,” paparnya.

Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso menyampaikan bahwa Pemkot Batu telah berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Pendem terkait pembebasan lahan di kawasan Situs Pendem.

Katanya, pembebasan lahan kurang lebih ukurannya sekitar 1500 meter persegi.

“Ini akan menjadi pusat cagar budaya, tapi juga berimplikasi dengan masyarakat di sekitar sini. Jadi perekonomian diharapkan bisa tumbuh dengan temuan cagar budaya ini,” ungkap Punjul.

Punjul menegaskan, temuan Situs Pendem membuktikan kalau Kota Batu dulunya ditempati kerajaan yang menjadi cikal bakal terbentuknya kota tujuan wisata ini. Maka dari itu, ia berkomitmen melestarikan temuan bersejarah tersebut.

“Kita harus melestarikan dan nanti akan dibebaskan. Kami sudah komunikasi dengan pemerintah desa,” ujarnya.

Situs Pendem sitemukan oleh warga Desa Pendem pada 25 November 2019. Anton Adi Wibowo, adalah orang yang pertama kali menemukan situs itu. Awalnya, Anton menemukan tumpukan batu bata berukuran lebar 25 cm, panjang 35 cm dan ketebalan 10 cm.

Belakangan diketahui kalau temuan itu merupakan candi setelah tim ekskavasi dari BPCB Trowulan Jawa Timur menemukan sumuran di bagian tengan situs.

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved