Tekno

Nomor Whatsapp (WA) Kominfo Untuk Akses Info Covid-19 atau Corona, Bisa Chat Langsung

Nomor Whatsapp (WA) Kominfo untuk akses info Covid-19 atau Virus Corona, bisa chat langsung.

SURYAMALANG.COM/kolase instagram @kemenkominfo/Fahmi Bagas/Nextren.grid.id
Kominfo dan WhatsApp kerjasama 

Pada pusat informasi yang diluncurkan WhatsApp terdapat panduan sederhana dan menawarkan tips dan konten umum bagi pengguna di seluruh dunia.

WhatsApp mengatakan hal tersebut demi mengurangi penyebaran rumor dan membuka akses terhadap informasi kesehatan yang akurat.

Rekomendasi informasi Covid-19 ini memberikan panduan cepat kepada grup-grup kecil sehingga mereka dapat memanfaatkan fitur WhatsApp secara maksimal, yang akan disebarluaskan juga oleh UNDP kepada koordinator komunitas-komunitas lokal terkait.

Untuk menghindari misinformasi Covid-19, WhatsApp memiliki cara yang bisa dilakukan oleh siapa pun.

Terdapat lima cara dan yang pertama ialah kenali berita palsu.

Pengguna WhatsApp diharapkan memperhatikan tanda-tanda informasi palsu.

Menurut WhatsApp, informasi palsu ialah berupa pesan yang diteruskan tanpa sumber atau tanpa bukti.

Tidak hanya pesan, melainkan foto dan video bahkan rekaman suara dapat direkayasa untuk menyesatkan Anda.

Sehingga pengguna harus memastikan fakta dari informasi tersebut.

Cara yang kedua ialah pengguna perlu berpikir kembali sebelum membagikan pesan.

WhatsApp memiliki fitur foward yang bisa membagikan pesan atau media kepada pengguna lainnya.

Diketahui tidak ada batasan berapa jumlah pengguna yang bisa mendapatkan informasi yang kamu bagikan.

Jika pesan tersebut diteruskan dari satu pengguna ke pengguna lain lebih dari lima kali, pesan ini akan ditandai dengan ikon 'panah ganda'.

Ikon 'panah ganda' memiliki makna untuk menunjukan bahwa pesan tergolong banyak diteruskan dan mungkin berpotensi mengandung misinformasi.

Cara yang ketiga ialah jika sudah mengetahui berita yang disebarkan mengandung misinformasi, pengguna bantu untuk hentikan penyebaran.

Untuk mengetahui pesan tersebut misinformasi atau tidak, pengguna bisa menanyakan langsung kepada si pengirim terkait informasi tersebut.

WhatsApp menganjurkan pengguna untuk tidak meneruskan pesan walaupun si pengirim meminta untuk dibagikan.

Keempat, pengguna juga dapat memverifikasikan pesan yang ia dapat ke sumber lain seperti WHO atau kementerian kesehatan untuk mencari kebenarannya.

Terakhir ialah laporkan pesan atau akun pengguna yang terbukti membagikan informasi yang tidak akurat.

WhatsApp menganjurkan pengguna untuk melaporkan konten, kontak, atau grup yang bermasalah kepada platformnya.

Untuk melaporkan hal tersebut, pengguna bisa melakukannya dalam aplikasi WhatsApp.

Caranya ialah klik setelan pada aplikasi WhatsApp, lalu klik bantuan dan kamu akan menemukan menu Hubungi Kami dan klik menu tersebut.

Dalam peluncuran Pusat Informasi Covid-19, WhatsApp juga memberitahukan bahwa perusahaannya telah menyalurkan dana 1 juta dolar Amerika Serikat kepada IFCN.

IFCN merupakan jaringan internasional penguju fakta yang merupakan asuhan dari Poynter Institute.

Penulis: Sarah Elnyora
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved