Breaking News:

Tekno

Nomor Whatsapp (WA) Kominfo Untuk Akses Info Covid-19 atau Corona, Bisa Chat Langsung

Nomor Whatsapp (WA) Kominfo untuk akses info Covid-19 atau Virus Corona, bisa chat langsung.

SURYAMALANG.COM/kolase instagram @kemenkominfo/Fahmi Bagas/Nextren.grid.id
Kominfo dan WhatsApp kerjasama 

SURYAMALANG.COM - Nomor Whatsapp (WA) Kominfo untuk akses informasi tentang Covid-19 atau Virus Corona bisa diakses mulai hari ini Jumat (20/3/2020).

Ada 4 langkah untuk mengakses nomor Whatsapp (WA) Kominfo atau disebut Chatbot WhatsApp

Chatbot WhatsApp adalah bentuk kerjasama Kominfo dengan WhatsApp untuk masyarakat yang ingin bertanya langsung informasi mengenai Virus Corona atau Covid-19

Dirilisnya Chatbot WhatsApp tidak lepas dari upaya pemerintah memerangi hoax di tengah ancaman Covid-19. 

Meski sebelumnya Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sudah merilis website yang memudahkan masyarakat mengikuti perkembangan pemberitaan Covid-19.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Achmad Yurianto yang juga juru bicara pemerintah untuk penanganan virus Corona memberikan keterangan pers di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (6/3/2020).
Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Achmad Yurianto yang juga juru bicara pemerintah untuk penanganan virus Corona memberikan keterangan pers di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (6/3/2020). (Tribunnews.com/Irwan Rismawan )

Namun, penyebaran informasi yang simpang siur bahkan berita hoaks masih sajah ada di sejumlah platform aplikasi berbagi chat seperti WhatsApp.

Kabar hoaks yang beredar juga memiliki jenis yang berbeda-beda, contohnya seperti yang beredar beberapa waktu lalu bahwa, jalanan Jakarta akan dilakukan sterilisasi di sejumlah daerah.

Untuk itu, Kemenkominfo akhirnya menjalin kerjasama dengan WhatsApp dan Facebook untuk hadirkan fitur chatbot pada aplikasinya.

Kamis sore kemarin, melalui video live streaming, Kemenkominfo, Johnny G. Plate mengatakan Kemenkominfo telah merilis sebuah fitur chatbot di WhatsApp dengan nama Covid19.Go.id

Fitur chatbot milik Menkominfo yang bekerjasama dengan WhatsApp untuk penyebaran informasi terkait Covid-19
Fitur chatbot milik Menkominfo yang bekerjasama dengan WhatsApp untuk penyebaran informasi terkait Covid-19 (Fahmi Bagas/Nextren.grid.id)

Masyarakat Indonesia diharapkan bisa mengikuti perkembangan kabar Covid-19 melalui ruang pesan tersebut.

Jika memang tidak bisa, Johnny mengatakan akan ada sms blast dari Kemenkominfo terkait informasi virus Corona.

Meskipun kemarin, Menkominfo mengatakan chatbot ini baru bisa digunakan pada Jumat malam (20/3).

Melansir dari Kompas, Dirjen PPI Kemenkominfo, Ahmad M. Ramli mengatakan chatbot tersebut sudah bisa digunakan oleh masyarakat.

12 Fitur di Aplikasi WhatsApp yang Wajib Diketahui, untuk Mengubah Font dan Pakai 2 Akun dalam 1 HP
12 Fitur di Aplikasi WhatsApp yang Wajib Diketahui, untuk Mengubah Font dan Pakai 2 Akun dalam 1 HP (Kompas.com)

Ramli juga mengatakan saat ini jumlah pengguna chatbot sudah meningkat hingga 2,6 juta pesan yang terkirim sejak Jumat dini hari.

"Jadi, kalau pagi ini melambat, mohon maklum. nanti akan kembali dalam beberapa waktu" ungkap Ramli, seperti yang dikutip dari KompasTekno.

Berikut 4 langkah gabung ke Chatbot WhatsApp:

1. Download WhatsApp 

Langkah Mengatasi WhatsApp Lemot
Langkah Mengatasi WhatsApp Lemot (SURYAMALANG.COM/kolase PC Tech Magazine/TribunWow.com)

Untuk kamu yang ingin mengakses fitur tersebut, diharapkan men-download aplikasi WhatsApp terlebih dahulu.

2. Simpan Nomor Kemenkominfo 

Kemudian, kamu bisa langsung menyimpan nomer Kemenkominfo yaitu +62811-3339-9000.

3. Langsung Terhubung 

Setelah menyimpan nomer tersebut, nantinya kamu akan secara langsung terhubung dengan chatbot milik Kemenkominfo.

4. Bila Terjadi Error

Jika belum berfungsi, kamu bisa langsung mengklik tautan berikut http://wa.me/6281133399000

Untuk bisa membuka menunya, kamu bisa langsung mengirim kata "Halo" di ruang pesan.

Semoga dengan adanya, chatbot tersebut, masyarakat Indonesia dapat mendapatkan informasi yang lebih valid dan benar.

Kerjasama WhatsApp dan WHO 

Tidak hanya dengan Kominfo, namun WhatsApp juga bekerjasama dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). 

Selain WHO, WhatsApp juga bekerjasama dengan Dana Anak-anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF), dan Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP).

"Kami mengamati bahwa selama periode ini banyak yang mengandalkan WhatsApp, maka dari itu kami ingin menyediakan pusat informasi sederhana yang dapat membantu masyarakat di saat yang penuh kewaspadaan ini," ucap Will Cathcart, Head of WhatsApp.

Pada pusat informasi yang diluncurkan WhatsApp terdapat panduan sederhana dan menawarkan tips dan konten umum bagi pengguna di seluruh dunia.

WhatsApp mengatakan hal tersebut demi mengurangi penyebaran rumor dan membuka akses terhadap informasi kesehatan yang akurat.

Rekomendasi informasi Covid-19 ini memberikan panduan cepat kepada grup-grup kecil sehingga mereka dapat memanfaatkan fitur WhatsApp secara maksimal, yang akan disebarluaskan juga oleh UNDP kepada koordinator komunitas-komunitas lokal terkait.

Untuk menghindari misinformasi Covid-19, WhatsApp memiliki cara yang bisa dilakukan oleh siapa pun.

Terdapat lima cara dan yang pertama ialah kenali berita palsu.

Pengguna WhatsApp diharapkan memperhatikan tanda-tanda informasi palsu.

Menurut WhatsApp, informasi palsu ialah berupa pesan yang diteruskan tanpa sumber atau tanpa bukti.

Tidak hanya pesan, melainkan foto dan video bahkan rekaman suara dapat direkayasa untuk menyesatkan Anda.

Sehingga pengguna harus memastikan fakta dari informasi tersebut.

Cara yang kedua ialah pengguna perlu berpikir kembali sebelum membagikan pesan.

WhatsApp memiliki fitur foward yang bisa membagikan pesan atau media kepada pengguna lainnya.

Diketahui tidak ada batasan berapa jumlah pengguna yang bisa mendapatkan informasi yang kamu bagikan.

Jika pesan tersebut diteruskan dari satu pengguna ke pengguna lain lebih dari lima kali, pesan ini akan ditandai dengan ikon 'panah ganda'.

Ikon 'panah ganda' memiliki makna untuk menunjukan bahwa pesan tergolong banyak diteruskan dan mungkin berpotensi mengandung misinformasi.

Cara yang ketiga ialah jika sudah mengetahui berita yang disebarkan mengandung misinformasi, pengguna bantu untuk hentikan penyebaran.

Untuk mengetahui pesan tersebut misinformasi atau tidak, pengguna bisa menanyakan langsung kepada si pengirim terkait informasi tersebut.

WhatsApp menganjurkan pengguna untuk tidak meneruskan pesan walaupun si pengirim meminta untuk dibagikan.

Keempat, pengguna juga dapat memverifikasikan pesan yang ia dapat ke sumber lain seperti WHO atau kementerian kesehatan untuk mencari kebenarannya.

Terakhir ialah laporkan pesan atau akun pengguna yang terbukti membagikan informasi yang tidak akurat.

WhatsApp menganjurkan pengguna untuk melaporkan konten, kontak, atau grup yang bermasalah kepada platformnya.

Untuk melaporkan hal tersebut, pengguna bisa melakukannya dalam aplikasi WhatsApp.

Caranya ialah klik setelan pada aplikasi WhatsApp, lalu klik bantuan dan kamu akan menemukan menu Hubungi Kami dan klik menu tersebut.

Dalam peluncuran Pusat Informasi Covid-19, WhatsApp juga memberitahukan bahwa perusahaannya telah menyalurkan dana 1 juta dolar Amerika Serikat kepada IFCN.

IFCN merupakan jaringan internasional penguju fakta yang merupakan asuhan dari Poynter Institute.

Penulis: Sarah Elnyora
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved