Kesehatan

Beda Donald Trump & Jokowi Soal Chloroquine untuk Pasien Corona, 'Hadiah Tuhan' dan Bukan Obat Utama

Perbedaan Donald Trump & Jokowi Soal Chloroquine untuk Virus Corona, 'Hadiah Tuhan' & Bukan Obat Utama

Reuters via kontan.co.id
Jokowi dan Donald Trump saat menggelar pertemuan bilateral di Jerman, Sabtu (8/7/2017). 

SURYAMALANG.COM - Chloroquine atau klorokuin obat malaria disebut Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sebagai 'hadiah dari Tuhan' untuk menyembuhkan wabah virus corona atau Covid-19.

Donald Trump mengatakan hal ini di tengah peringatan para ilmuwan agar tidak terlalu menggaungkan obat yang bahkan belum mendapat uji klinis itu.

Sedangkan menurut Presiden Indonesia, Jokowi, Chloroquine disebut bukan sebagai obat utama untuk menyembuhkan pasien virus corona (ulasan ada di bagian bawah).

Belum lama ini, Donald Trump mengumumkan bakal ada pengembangan terhadap klorokuin dan hidroklorokuin menyusul hasil menjanjikan pada studi awal di Perancis dan China.

Dilansir AFP Selasa (24/3/2020), penelitian di dua negara menunjukkan obat malaria itu bisa membantu penderita Covid-19, penyakit yang diakibatkan virus corona.

Padahal para ilmuwan, termasuk Direktur Institut Alergi dan Penyakit Menular AS Anthony Fauci, meminta masyarakat bersabar.

Sebab, obat tersebut harus melalui pengujian dalam skala luas sebelum dinyatakan lolos, dan bisa diproduksi massal untuk menyembuhkan wabah.

Meski sudah mendapat peringatan, presiden 73 tahun itu masih terus menunjukkan dukungannya dalam konferensi pers yang digelar Senin (23/3/2020).

Dia mengatakan, hidroklorokuin dan Z-Pak (Azitromisin) adalah kombinasi menjanjikan untuk mengatasi virus yang pertama terdeteksi di Wuhan, China.

"Terdapat peluang besar bakal memberikan dampak nyata. Mungkin ini hadiah dari Tuhan. Jika terbukti bekerja, obat ini akan menjadi titik balik," pujinya.

Halaman
1234
Editor: eko darmoko
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved