Berita Tulungagung Hari Ini

Beri Keterangan Berbelit, 2 Terdakwa Pembunuh Pasutri Tulungagung Divonis 15 tahun Penjara

Majelis hakim PN Tulungagung memvonis hukuman 15 penjara kepada Deni Yonatan Fernando Irawan alias Nando (25) dan Muhammad Rizal Saputra (22).

SURYAMALANG.COM/David Yohanes
Majelis hakim PN Tulungagung memvonis hukuman 15 penjara kepada Deni Yonatan Fernando Irawan alias Nando (25) dan Muhammad Rizal Saputra (22), Senin (23/3/2020). 

SURYAMALANG.COM, TULUNGAGUNG - Mejelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Tulungagung memvonis hukuman 15 penjara kepada Deni Yonatan Fernando Irawan alias Nando (25) dan Muhammad Rizal Saputra (22), Senin (23/3/2020).

Dua ini adalah terdakwa kasus pembunuhan pasangan suami istri (pasutri) asal Desa/Kecamatan Campurdarat, Adi Wibowo (56) alias Didik dan Suprihatin (50).

Putusan untuk dua terdakwa ini dibacakan terpisah.

Dua terdakwa ini sama-sama dianggap melanggar Pasal 338 tentang pembunuhan, dan sama-sama divonis hukuman 15 tahun penjara.

"Hal yang memberatkan, terdakwa berbelit-belit dan tidak kooperatif. Hal yang meringankan, tidak ada," ujar majelis hakim saat membacakan putusannya.

Penasehat hukum terdakwa, Bambang Suhandoko SH dan kawan-kawan langsung menyatakan banding atas putusan majelis hakim.

Bambang menilai sepanjang persidangan dua terdakwa ini tidak terbukti melakukan pembunuhan.

Sejak awal Bambang mengaku sudah memrediksi bahwa putusan hakim adalah hukuman maksimal.

"Tidak ada persesuaian perbuatan terdakwa dengan alat bukti surat maupun keterangan para saksi. Karena itu kami melakukan banding," ujar Bambang.

Sementara JPU, Anik Partini mengatakan putusan hakim sudah sesuai dengan tuntutan JPU.

Halaman
12
Penulis: David Yohanes
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved