8 Foto Artis Berjemur di Bawah Matahari, Pamer Tato di Dada, Ayu Ting Ting Hingga Nagita Slavina

8 Foto artis berjemur di bawah matahari, pamer tato di dada, ada Ayu Ting Ting hingga Nagita Slavina

SURYAMALANG.COM/kolase instagram @nagitaslavinatengker_1717/@wulanguritno/@ ayutingting92
Ayu Ting Ting Nagita Slavina dan Wulan Guritno 

“Berjemur Berjemur Berjemur Best Antioxidant 10.30 - 15.00 free from GOD,” tulis Bella Saphira lewat Instagram storynya.

6. Selvi Kitty

Pendangdut Selvy Kitty rupanya tetap beraktifitas meski sedang berada di rumah.

Tak cuma berjemur selama 15 menit di halaman rumahnya, dia juga tetap berolahraga. 

Bersama pelatihnya, Selvy Kitty membagikan momen itu dalam akun Instagramnya.

“Jemur dulu 15 menit depan rumah #berasadipantai #stayathome #keephealthy,” tulis Selvy Kitty.

7. Bella Shofie

Tak seperti artis lain yang memilih untuk tetap di Jakarta saat momen ini, Bella Shofie dan anaknya memilih untuk menepi di Ambon.

Di dalam akun Instagramnya, Bella Shofie memamerkan momen saat dia berjemur di pinggir pantai di Ambon.

“Kegiatan keluarga kita selama LockDown. Makan tidur makan mandi main dipantai pas dibelakang rumah makan lagi tidur lagi,”

“Ini Mimi baru bangun bobo siang terus diajakin swimming dipantai belakang rumah keluarga sama Danillo sambil jemuran.”

“Matahari pukul 10 sampe pukul 3 sore baik banget untuk tubuh.”

“Sambil dapetin vit D sambil meningkat imunne tubuh juga karena mandi air asin ternyata bagus bgt buat imun tubuh Mimi juga baru tau.”

8. Ivan Gunawan

Ivan Gunawan
Ivan Gunawan (instagram Ivan Gunawan )

Presenter dan desainer Ivan Gunawan juga memamerkan momen ketika dia berjemur di pagi hari.

Momen itu dia pamerkan lewat Instagram story miliknya.

“Berjemur,” tulis Ivan Gunawan.

Pria yang pernah dikabarkan dekat dengan Ayu Ting Ting itu tampak bertelanjang dada, yang membuat beberapa tato di tubuhnya terlihat.

Benarkah Berjemur Mencegah diri Dari Virus Corona?

Ajakan berjemur di bawah matahari belakangan memang viral di media sosial  untuk menangkal diri dari virus corona atau Covid-19.

Imbauan berjemur ini ternyata disampaikan oleh dokter spesialis paru, Vinci Edy Wibowo melalui media sosialnya.

Ajakan dokter Vinci untuk berjemur tersebut sontak menjadi jadi perbincangan warganet.

Sebab, dokter Vinci sendiri kini telah terpapar virus corona tersebut setelah sebelumnya sempat menangani pasien suspek Covid-19.

Kini dokter Vinci pun melepaskan tugasnya sebagai dokter untuk sementara dan menjalani isolasi.

Melansir tayangan YouTube tvOneNews (20/3/2020), kabar bahwa ia telah terpapar pun dibenarkan oleh dokter Vinci.

Dokter Vinci mengatakan bahwa saat ini dirinya harus diisolasi untuk sementara waktu.

"Iya, kebetulan saya juga kontak dengan pasien yang dicurigai Covid-19, saya harus diisolasi dulu sementara waktu," ujar dokter Vinci.

Dokter Vinci mengaku belum tahu betul sampai kapan ia harus menjalani isolasi.

Namun dokter Vinci memastkan jika ia terbukti negatif Covid-19, maka ia akan kembali bertugas dan merawat pasien.

"Ya sampai saya terbukti negatif (Covid-19),"

"Insyaallah kalau memang negatif saya akan kembali bertugas lagi," ujarnya.

Disinggung soal videonya yang mengajak masyarakat untuk berjemur, dokter Vinci memberikan penjelasan serta khasiat apabila tubuh berjemur di bawah sinar matahari.

Dokter Vinci mengatakan berjemur bisa membantu meningkatkan daya tahan tubuh dalam menangkal virus.

Meski begitu, kita tetap tidak boleh melupakan pencegahan dasar dengan mencuci tangan dan menggunakan APD.

"Tetap kita kembali ke pencegahan dasar, cuci tangan tetap, masker, APD juga tetap,"

"Tapi yang selalu terlupakan pasti gaya hidup sebenarnya sih," ujar dokter Vinci.

Dokter Vinci menyebutkan berjemur di bawa terik matahari merukan satu di antara cara yang bisa membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Selain berjemur merupakan cara sederhana, sinar matahari bisa didapatkan siapa saja secara gratis.

"Nah yang paling sederhana itu kan dari matahari,"

"Matahari itu di kita selalu ada tapi tidak dimanfaatkan dengan baik," ungkap dokter Vinci.

"Itu yang sayang sekali saya lihat," lanjutnya.

Belajar dari pengalamannya menangani pasien, dokter Vinci mengungkapkan sebagian besar pasien-pasiennya disebabkan oleh kurangnya asupan sinar matahari ke dalam tubuh.

"Sebgaian besar pasien saya sih, rata-rata kurang matahari," kata dokter Vinci.

Dalam tayangan tersebut, dokter  Vinci mengaku sempat menangani dua pasien positif Covid-19, dan pernah melakukan kontak dengan pasien tersebut.

"Sementara 2 (pasien), kalau yang lain-lain sementara ada yang belum confirm," ujarnya.

Lebih lanjut, dokter Vinci mengungkapkan, biasanya orang-orang yang mudah terserang pilek dan batuk mereka adalah orang yang kekurangan asupan sinar matahari ke dalam tubuhnya.

Dokter Vinci mengatakan, kurangnya asupan sinar matahari ke dalam tubuh bisa menyebabkan menurunnya data tahan tubuh.

Sehingga kampanyenya untuk mengajak masyarakat rajin berjemur diharapkan bisa membantu meningkatkan kekebalan tubuh dan tidak mudah terpapar virus.

"Untuk infeksi secara umum, pada pasien-pasien yang sering batuk pilek berulang, salah satu penyebabnya kalau saya (amati) pasti penyebabnya salah satunya karena kurang matahari," terang dokter  Vinci.

Sekali lagi, ia menegaskan bahwa intinya berjemur di bawah sinar matahari yang terik.

"Intinya matahari terik," ujarnya.

Ia mengatakan matahari terik biasanya terdapat pada pukul 8.00 pagi hingga pukul 4.00 sore.

"Matahari terik itu di atas jam 8.00 (pagi),"

"Ya di jam 12.00 pun kalau mau bisa, sampai jam 4.00 sore," ujarnya.

Selain berjemur, dokter Vinci juga menyarankan agar tidur cukup.

Terutama bagi para petugas medis yang bekerja siang malam untuk merawat pasien.

"Tidur (yang cukup) saya katakan,"

"Rata-rata tenaga kesehatan yang lagi berjuang ini pasti tidurnya kurang," ujarnya.

Menurutnya kurang tidur juga bisa menyebabkan menurunnya daya tahan tubuh secara drastis.

"Itu salah satu yang menyebabkan daya tahan tubuhnya turun drastis," ujarnya.

Ia juga menyarankan agar tidur cukup yang ideal, yakni 6-8 jam.

"Idealnya tidur malam, kalau tidak bisa karena bekerja tetap diusahakan 6 jam. Jangan sampai tidurnya kurang," katanya.

Tidur di malam hari memang lebih baik, namun apabila bagi para pekerja yang tidak bisa tidur saat malam hari.

Sebab malam hari merupakan waktu tubuh untuk meregenerasi sel-sel dalam tubuh.

Kebutuhan tidurnya bisa diganti pada waktu siang hari.

"Bila mau tidur pagi atau siang, dibikin kondisinya segelap mungkin, supaya menyerupai malam,"

"Jadi pada saat kondisi tidurnya gelap, kualitas tidurnya akan lebih baik dibandingkan kalau tidur dalam kondisi terang," ujarnya.

Penulis: Sarah Elnyora
Editor: Adrianus Adhi
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved