Virus Corona di Jatim

Hasil Rapid Test Jatim Temukan 4 PDP & 1 ODP Positif, Tes Tenaga Medis Semuanya Negatif Covid-19

Sebagai catatan, Hasil positif yang diperlihatkan dari alat rapid test belum tentu menjadi konfirmasi positif terinfeksi virus corona.

SURYAMALANG.COM/Fatimatus Zahroh
Ketua Gugus Kuratif Penanganan Covid-19 di Jawa Timur Joni Wahyuhadi, Sabtu (28/3/2020). 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Pelaksanaan rapid test massal di Jawa Timur sudah dilakukan pada 541 orang di 30 rumah sakit.

Dari tes tersebut ditemukan 5 orang terindikasi positif, yang terdiri dari 4 PDP dan 1 ODP di Jawa Timur.

Hal itu sebagaimana disampaikan oleh Ketua Gugus Kuratif Penanganan Covid-19 di Jawa Timur Joni Wahyuhadi, Sabtu (28/3/2020).

Kabar Baik Covid-19 Dari Malang, 3 Pasien Positif Corona di Kota Malang Sembuh & Pulang dari RS

Data Kasus Covid-19 di Kota Malang, Ini Rincian Jumlah Pasien dan Rumah Sakit yang Menangani

Gaji Pemain Arema FC Akan Dipotong 75 Persen, Manajemen Patuhi Keputusan PSSI

Ia mengatakan bahwa lima orang yang terindikasi positif usai menjalani rapid test akan ditindaklanjuti dengan tes PCR atau Polymerase Chain Reaction atau yang dikenal dengan teknis swab.

“Per update sampai siang tadi dilaporkan ada yang positif 5 orang. Yang terdiri dari 3 PDP di Surabaya, 1 PDP di Bojonegoro dan 1 ODP di Surabaya,” terang Joni saat konferensi pers menyampaikan update pelaksanaan rapid test di Jatim bersama Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

Akan tetapi Joni menegaskan bahwa hasil positif yang diperlihatkan dari alat rapid test belum tentu menjadi konfirmasi positif terinfeksi virus corona.

Bisa jadi merupakan false positif atau false negatif. Sebab antibodi yang terdeteksi adalah antibodi untuk virus corona jenis lain bukan SARS-CoV-2. Sehingga dikatakan Joni bagi lima orang yang terindikasi positif akan segera diswab.

“Yang semua positif akan dilakukan tes PCR dengan diswab,” tegas Joni.

Sebagaimana dikatakan pria yang juga Dirut RSUD Dr Soetomo tersebut, sebanyak 18.400 alat rapid test sudah disebar ke daerah baik rumah sakit maupun dinas kesehatan.

Mulai kemarin tes cepat berupa screening deteksi virus corona itu dilakukan dengan prioritas para tenaga kesehatan, yang merawat langsung pasien positif covid-19 dan juga PDP dan ODP.

Hasilnya, dikatakan Joni seluruh tenaga kesehatan yang menangani pasien dan berisiko tinggi semuanya negatif covid-19 dalam rapid test yang dilakukan.

“Rapid test ini sekali lagi tujuannya adalah untuk screening bagi orang yang berisiko tinggi. Siapa itu mareka adalah para pemberi layanan, seperti dokter perawat, pembersih tempat tidur, pembantu perawat. Alhamdulillah dari yang dites semua tenaga kesehatan negatif,” pungkas Joni.

Sementara itu Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong agar seluruh rumah sakit dan dinas kesehatan di Jatim segera melakukan tes cepat covid-19.

“Hari ini yang sudah melakukan rapid tes ada 30 rumah sakit. Kami berharap yang lain, segera menyelenggarakan rapid test, dengan harapan semakin cepat kita melakukan deteksi semakin cepat melakukan penanganan,” kata Khofifah.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved