Berita Surabaya Hari Ini

Mami Lia Dituntut 1 Tahun Penjara Karena Sediakan Layanan Plus-plus di Ruang Karaoke Surabaya

Dwi Meliadani ini dinyatakan bersalah lantaran menyediakan jasa plus-plus di tempat karaoke di Surabaya.

Sidang online kasus prostitusi di ruang karaoke Surabaya. 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Indira Koesuma Wardhani menuntut Mami Lia selama 12 bulan penjara dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (1/4/2020).

Cewek bernama asli Dwi Meliadani ini dinyatakan bersalah lantaran menyediakan jasa plus-plus di tempat karaoke di Surabaya.

Jaksa menilai Mami Lia memfasilitasi dua pemandu lagu untuk berhubungan badan dengan pelanggan di dalam ruang karaoke.

Sebagai seorang mami, terdakwa bertugas mengoordinir para pemandu lagu untuk menemani para pelanggan bernyanyi.

Namun, terdakwa memfasilitasi dua pelanggan untuk berhubungan badan dengan dua pemandu lagu di ruang karaoke pada 16 Desember 2019.

Polisi menangkap Mami Lia saat menghalangi petugas yang akan masuk ke ruang karaoke.

Ternyata, ada pemandu lagu dan pelanggan yang sedang berhubungan badan di dalam ruang karaoke itu.

"Saya hanya jaga pintu saja di room," kata Mami Lia melalui video telekonferensi dari Rutan Kelas I-A Surabaya di Medaeng, Sidoarjo.

Mami Lia menyebutkan bahwa pemandu lagu yang mau berhubungan badan dengan pelanggan.

Mami Lia mengakui manajemen karaoke sudah melarang praktik seperti itu.

"Saya hanya antar tamu. Apalagi saat itu mereka sedang butuh uang," katanya.

Mami Lia sempat menyarankan agar pelanggan berhubungan badan dengan pemandu lagu di hotel saat di luar jam kerja.

Tapi, pelanggan itu menolak, dan transaksi serta dilanjut berhubungan badan di ruang karaoke.

"Anak-anak juga mau. Saya hanya diberi seikhlasnya oleh anak-anak," tandasnya.(Syamsul Arifin)

Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved