Breaking News:

Media Sosial

Foto-foto VIRAL Pocong Portal di Sukoharjo, Hantui Warga Ngeyel & Bandel Keluar saat Virus Corona

Foto-foto viral pocong portal di Sukoharjo, hantui warga ngeyel dan bandel keluar saat virus corona.

Suryamalang.com/kolase gambar Twitter/@Nyusaheeeen_/Kompas.com
Pocong Portal di Sukoharjo 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Viral pocong portal di Sukoharjo, Jawa Tengah ramai jadi sorotan netizen di media sosial. 

Sebab, pocong portal itu bukan hantu sungguhan, melainkan orang yang berdandang mirip pocong untuk menghantui warga.

Bukan tanpa sebab, hal ini bertujuan agar warga tidak ngeyel dan bandel keluar rumah di saat virus corona. 

Dokumentasi pribadi/Anjar Panca via Kompas.com
Dokumentasi pribadi/Anjar Panca via Kompas.com (Dokumentasi pribadi/Anjar Panca via Kompas.com)

Seperti diketahui, sejak pertengahan Maret lalu, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mengimbau masyarakat agar mulai mengurangi kegiatan di luar rumah.

Hal itu guna memutus rantai penyebaran virus Corona atau Covid-19.

Namun masyarakat masih saja banyak yang bandel dan tak mau mengikuti aturan tersebut, akibatnya warga sekitar pun mengabil inisiatif dengan berbagai tindakan.

Termasuk fenomena "pocong portal" di Sukoharjo yang belakangan menjadi viral dan menggegerkan publik.

Keberadaan pocong ini dalam rangka mengingatkan masyarakat tentang kematian.

Sehingga siapa pun yang ngeyel dan tidak ikut mencegah penyebaran virus bisa saja segera dipocong alias mati.

Pocong portal ini berwujud dua orang warga yang mengenakan pakaian hantu pocong dan bersiaga menghadang jalan masuk kampung.

Mengutip Tribunnews Maker, postingan tentang pocong portal ini awalnya disebutkan muncul di desa Purworejo, Jawa Tengah, namun ternyata hoax atau bohong

Postingan ini pertama kali disebutkan oleh akun Twitter @Nyusaheeeen_ pada Selasa (31/3/2020).

Dalam cuitan tersebut, pemilik akun menuliskan aksi isolasi diri sebuah kampung di Purworejo (hoax) dijaga oleh sosok hantu Pocong.

'Purworejo kereeen, lockdown-nya dijaga pocong,' tulis pemilik akun @Nyusaheeeen_.

Cuitan viral netizen tentang warga yang berjaga isolasi diri virus Corona sambil nyamar jadi Pocong
Cuitan viral netizen tentang warga yang berjaga isolasi diri virus Corona sambil nyamar jadi Pocong (Tangkap layar Twitter/@Nyusaheeeen_)

Pemilik akun juga menyematkan gambar dua sosok Pocong yang tengah santai duduk di depan gapura sebuah perkampungan.

Sontak saja, cuitan tersebut langsung viral dan ramai dibicarakan publik di media sosial Twitter.

Cuitan akun Twitter @Nyusaheeeen_ juga telah diretweet oleh 121 pengguna dan disukai lebih dari seribu akun pengguna Twitter lainnya.

Saking viralnya, cuitan akun Twitter @Nyusaheeeen_ ini sampai dilirik oleh media pemberitaan milik Korea Selatan, SBS dan viral dengan belasan ribu pembaca.

Tingginya kepercayaan warga terhadap hal-hal mistis seperti ini dianggap cukup ampuh untuk membuat warga takut dan kapok.

'(Pocong) itu dianggap bisa teleportasi dan terbang. Orang Indonesia takut dengan pocong. Jadi tampaknya dengan adanya pocong itu, orang-orang itu jadi takut untuk keluar,' tulis media pemberitaan SBS dikutip dari Tribun Jogja, Rabu (1/4/2020).

Berita aksi nyamar jadi Pocong demi jaga warga dari virus Corona viral di Korea Selatan
Berita aksi nyamar jadi Pocong demi jaga warga dari virus Corona viral di Korea Selatan (Tangkap layar laman resmi SBS News)

Berita terkait aksi warga menyamar jadi Pocong untuk menakuti warga yang ngeyel ini viral di Korea Selatan dan telah dibaca oleh 16 ribu lebih pelanggan media.

Meski menarik pembaca luar negeri, namun kabar tentang lokasi kejadian dalam foto itu ternyata hoax atau bohong

Faktanya, pocong portal justru diterapkan oleh masyarakat Dukuh Kesongo RT 002 RW 001, Desa Kepuh, Kecamatan Nguter, Sukoharjo, Jawa Tengah. 

Tujuannya tentu membantu pemerintah agar warga, khususnya anak-anak tak keluar rumah selama pandemi Covid-19.

Apalagi saat ini sekolah banyak diliburkan, otomatis anak-anak berada di rumah masing-masing.

Namun, pocong portal tersebut pada akhirnya dihentikan.

Jaga Gapura Kampung dalam Balutan Kain Kafan, Aksi Pocong Patroli Lockdown Virus Corona di Purworejo Viral, Bahkan Diberitakan Media Asing Korsel dengan Belasan Ribu Pembaca!
Jaga Gapura Kampung dalam Balutan Kain Kafan, Aksi Pocong Patroli Lockdown Virus Corona di Purworejo Viral, Bahkan Diberitakan Media Asing Korsel dengan Belasan Ribu Pembaca! (Kolase gambar Twitter/@Nyusaheeeen_ dan tangkap layar laman resmi SBS News)

Pasalnya bukan malah takut, kehadiran pocong portal ini justru mengundang perhatian warga lain hingga jadi tontonan.

Warga diketahui berbondong-bondong datang ke dusun untuk menyaksikan pocong penjaga kampung.

Oleh sebab itu, untuk sementara dua pocong tersebut "beristirahat" menjaga akses kampung.

"Pocong portal itu kita mulai jam 7 malam sampai jam 9 malam. Penting agar anak tidak main ke luar karena masa libur sekolah," kata tokoh pemuda Desa Kepuh, Anjar Panca, seperti dikutip dari Kompas.com pada Sabtu (4/4/2020).

"Tujuannya biar warga di rumah, tapi kenyataannya malah banyak warga yang menonton. Akhirnya sepakat untuk sementara kita hentikan karena malah mengundang massa. Takutnya terjadi kesalahan," sambungnya.

Diakui Anjar, ide menggunakan pocong portal untuk menjaga kampung iru awalnya gara-gara melihat berita pocong viral di sebuah media Korea Selatan.

Virus Corona Bisa Menyerang Orang Bertubuh Sehat Tanpa Gelaja Sakit
Ilustrasi Virus Corona Bisa Menyerang Orang Bertubuh Sehat Tanpa Gelaja Sakit (shutterstock)

Foto dua warga menggunakan kostum pocong itu kemudian menyebar setelah diunggah kembali oleh warga dengan tulisan "Portal Antimainstream" dan diberitakan media Korea Selatan, SBS.

Artikel berjudul "Pencegahan Covid, Desa di Indonesia Sampai Dijaga Hantu Pocong" itu ditulis dalam huruf Hangul.

"Dalam keterangan di pemberitaan menyebut, foto diambil di Tukrejo, Purworejo," lanjut Anjar.

Karena foto tersebut telanjur viral, Anjar dan sejumlah warga menggagas kembali ide pocong portal untuk menjaga kampung mereka.

Sayangnya karena implementasi tidak berjalan sesuai tujuan, pocong portal itu pun dihentikan sementara.

Sebelumnya, warga kampung mereka memang pernah memakai kostum pocong saat malam 1 Suro pada tahun 2019.

Penulis: Sarah Elnyora
Editor: Adrianus Adhi
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved