Berikut Cara Aman Menerima Paket Belanja Online dan Fakta Potensi Penularan Virus Corona

Cara aman menerima paket belanja online dalam potensi penyebaran virus corona dan faktanya.

Kompas.com
Ilustrasi pengiriman paket saat masa wabah virus corona. 

Namun periode waktu ini dapat dipengaruhi oleh suhu dan kelembaban. Selain itu, kondisi pengiriman mempersulit virus corona untuk bertahan hidup.

Hal itu juga senada dengan yang dipaparkan CDC dalam lamannya.

"Ada kemungkinan risiko penyebaran sangat rendah dari produk atau kemasan yang dikirim selama beberapa hari atau minggu pada suhu kamar," tulisnya.

Tapi, kondisi pengiriman mempersulit virus corona untuk bertahan hidup.

Menurut WHO, dilansir dari lamannya, menerima paket dari wilayah manapun yang terpapar virus dinilai aman.

Hal itu karena orang yang terinfeksi dari barang kemungkinannya rendah.

Risiko tertular virus dari paket atau benda yang telah dipindahkan dan terkena berbagai kondisi serta berbagai suhu juga rendah.

Dilansir Business Insider (19/3/2020), tidak mungkin orang dapat terkena virus corona dari kotak kardus, karena virus itu tidak dapat hidup untuk waktu yang lama di permukaan yang keras.

Penularan Covid-19 secara langsung adalah dari orang yang terinfeksi batuk atau bersin.

Droplets atau tetesan tersebut jika mengenai orang lain, maka orang akan tertular.

Direktur Center for Infectious Disease Disamics di Pennsylvania State University Elizabeth McGraw mengungkapkan, jika penyebaran melalui paket, tentu masyarakat dunia akan melihat penyebaran dari China pada awal wabah.

Dilansir dari CNN, bagi yang memesan sesuatu secara online, maka diminta untuk tidak menerima barang secara langsung.

Penulis: Ratih Fardiyah
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved